FAJAR, MAKASSAR – Unit Kegiatan Mahasiswa Pencinta Alam Edelweis Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (UKM PA Edelweis FIB-UH) akan menggelar kegiatan Bina Desa Mahasiswa 2026 pada 24–26 April 2026 di Dusun Bara, Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.
Kegiatan ini merupakan wujud implementasi tridarma perguruan tinggi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat pedesaan, khususnya di bidang literasi.
Desa Bonto Somba masih tergolong sebagai desa tertinggal dengan kondisi infrastruktur yang terbatas. Akses jalan yang belum memadai serta keterbatasan jaringan internet menjadi tantangan utama dalam distribusi sarana pendidikan dan informasi.
Mobilitas menuju wilayah tersebut pun cukup sulit, karena hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan roda dua jenis off-road. Kondisi ini menciptakan hambatan fisik yang berdampak pada terbatasnya akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan dan perkembangan informasi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah terpencil.
Sebagai bagian dari program, panitia akan menghadirkan Taman Baca Masyarakat serta mendorong penguatan literasi aktif.
Upaya ini ditujukan untuk mengurangi kesenjangan literasi (literacy divide) yang terjadi akibat keterbatasan infrastruktur, sekaligus menjadi langkah awal dalam memenuhi kebutuhan dasar literasi masyarakat desa.
Ketua Pelaksana Bina Desa Mahasiswa 2026, Ratu, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.
Pemenuhan literasi dasar merupakan hak setiap individu. Program ini dirancang tidak hanya sebagai bentuk pengabdian, tetapi juga sebagai upaya menghadirkan solusi nyata atas permasalahan di masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi yang terbangun dapat menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut,” ujarnya.
UKM PA Edelweis FIB-UH merupakan organisasi mahasiswa pecinta alam di bawah naungan Keluarga Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin. Mengusung jargon “Bertualang dan Meneliti”, organisasi ini menjadikan kegiatan alam terbuka sebagai metode edukatif dalam proses pembelajaran serta pengembangan kualitas diri. (*/)





