JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah Indonesia untuk periode 23-29 April 2026.
Dalam rilis terbaru ini, BMKG mendeteksi munculnya kembali wilayah dengan kategori frequent (FRQ >75%), setelah pada periode sebelumnya tidak terdeteksi.
Kembalinya kategori FRQ tersebut menjadi sinyal meningkatnya potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, terutama yang berada di kawasan timur Indonesia dan sebagian wilayah barat.
BMKG mencatat, wilayah-wilayah dengan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus kategori tinggi meliputi:
- Laut Arafuru bagian barat
- Laut Arafuru bagian tengah
- Maluku
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur
- Sumatera Selatan
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Besok Kamis 23 April 2026: Waspada! Hujan Lebat Ancam Jawa hingga Papua
Pada area-area tersebut, pertumbuhan awan badai diperkirakan terjadi secara luas dan intens.
Awan Cumulonimbus dikenal sebagai awan vertikal yang mampu memicu hujan lebat dalam waktu singkat, disertai petir dan angin kencang.
Dalam kondisi tertentu, awan ini juga berpotensi menyebabkan hujan es dan gangguan jarak pandang.
Sebaran Wilayah Kategori OccasionalBMKG juga mencatat sebagian besar wilayah Indonesia berada dalam kategori occasional (OCNL 50–75%). Artinya, potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus tetap meluas meskipun tidak seintens kategori FRQ.
Di Pulau Sumatera, wilayah terdampak meliputi:
- Aceh
- Bengkulu
- Jambi
- Lampung
- Riau
- Sumatera Barat
- Sumatera Selatan
- Sumatera Utara
Baca Juga: Peringatan Dini Cuaca BMKG 23–24 April 2026, Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Guyur Wilayah In
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- awan Cumulonimbus
- prakiraan cuaca BMKG
- cuaca ekstrem
- peringatan cuaca
- cuaca 23 april 2026





