Dugaan Buzzer RSUP Djamil, Keluarga Alceo Buka Suara

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Tio Furqan Pratama

TVRINews, Padang

Pihak keluarga almarhum Alceo Hanan Flantika melontarkan tudingan serius terhadap manajemen RSUP M Djamil Padang. Mereka menduga pihak rumah sakit mengerahkan karyawan untuk menjadi buzzer di media sosial guna mengimbangi masifnya pemberitaan terkait dugaan kelalaian medis yang menimpa bayi Alceo.

Alceo, bayi berusia 14 bulan yang menjalani perawatan akibat luka bakar, mengembuskan napas terakhir setelah sepekan dirawat di RSUP M Djamil. Pihak keluarga menduga ada unsur kelalaian dalam penanganan medis selama masa perawatan tersebut.

Ayah Alceo, Doris Flantika, mengaku mendapatkan informasi mengenai mobilisasi karyawan tersebut dari sumber internal rumah sakit. Ia mengklaim memiliki bukti berupa pesan berantai yang diteruskan kepadanya.

"Kami memiliki banyak kenalan, baik saudara maupun teman yang bekerja di sana. Informasi itu tidak hanya tersimpan di internal, tapi dibagikan kepada kami. Pesan itu sempat diteruskan (forward), meski kemudian dihapus," ujar Doris dalam konferensi pers, Rabu (22/4/2026).

Doris menambahkan, dirinya sempat membaca langsung pesan perintah dari atasan rumah sakit kepada bawahannya. Isinya tidak hanya instruksi untuk berkomentar, tetapi juga ancaman bagi karyawan yang membagikan berita negatif mengenai rumah sakit.

"Ini sangat berbahaya. Jika pola pikir ini tidak diubah, mereka akan merasa jumawa dan seolah-olah tidak tersentuh hukum," tegasnya.

Tudingan senada disampaikan oleh Ibu Alceo, Nuri Khairma yang merinci adanya sistem imbalan sebesar Rp5.000 bagi karyawan yang mengunggah komentar negatif di media sosial terkait kasus ini, serta ancaman sanksi bagi mereka yang kedapatan memberikan komentar positif atau membagikan berita yang menyudutkan pihak rumah sakit.

Menanggapi tudingan tersebut, Direktur Utama RSUP M Djamil Padang, Dovy Djanas, membantah keras klaim pihak keluarga. Ia menegaskan bahwa manajemen saat ini sepenuhnya fokus pada perbaikan kualitas layanan kesehatan.

"Sejauh ini kami fokus pada peningkatan pelayanan. RSUP M Djamil tidak pernah memikirkan hal-hal di luar itu, kecuali demi pelayanan kesehatan kepada masyarakat," ujar Dovy.

Terkait substansi medis dari kasus Alceo, Dovy menyerahkan sepenuhnya kepada tim audit yang sedang bekerja. Sementara mengenai isu buzzer dan pemberian imbalan, ia meminta hal tersebut dikonfirmasi kembali kepada pemberi informasi awal.

"Terkait isu buzzer dan imbalan, silakan tanyakan kepada pihak yang memberikan informasi tersebut," ujarnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korban Sindikat Phishing Internasional Ada 34 Ribu, Kerugian Capai Rp 350 M
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Ketika yang Kecil Lebih Taat: Ironi Kepatuhan Pajak di Indonesia
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Purbaya Copot 2 Dirjen di Kemenkeu: Febrio Kacaribu dan Luky Alfirman
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia Bidik Swasembada Delapan Komoditas Pangan
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
China Kembali Pimpin Ekspansi Pembangkit Angin Sepanjang 2025
• 11 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.