Pantau - Militer Iran menyatakan kesiapan penuh untuk membalas setiap serangan baru dari Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara kedua negara.
Iran Tegaskan Kesiapan Serangan BalasanPernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, yang menegaskan kondisi pasukan Iran saat ini.
"Pasukan kami yang kuat dan mumpuni telah lama berada dalam kondisi siaga penuh dan siap bertindak kapan saja," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa jika terjadi "agresi atau tindakan apa pun terhadap Republik Islam Iran," pasukan Iran akan "segera menyerang target yang telah ditentukan dengan kekuatan penuh."
Iran menegaskan bahwa target serangan telah dipersiapkan sebagai respons terhadap potensi ancaman dari pihak luar.
Kebijakan AS Picu Ketegangan BaruPernyataan Iran ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan terbaru terkait hubungan dengan Iran.
Trump menyebut akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran atas permintaan Pakistan.
Namun, di saat yang sama, Amerika Serikat tetap memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan Iran.
Trump juga memerintahkan militer AS untuk mempertahankan blokade tersebut sebagai bagian dari tekanan terhadap Teheran.
Ia menyatakan gencatan senjata akan diperpanjang hingga Iran mengajukan "proposal terpadu."
Situasi ini menunjukkan ketegangan yang masih berlangsung dan berpotensi meningkat antara Iran dan Amerika Serikat.




