Dari Limbah Jadi Energi hingga Reklamasi, SIG Jalankan Transformasi Hijau

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - PT Semen Indonesia (SIG) memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance), yang terintegrasi dalam strategi bisnis perusahaan.

Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui peningkatan pemanfaatan energi terbarukan serta percepatan reklamasi lahan pascatambang.

BACA JUGA: Hadir di INTERCEM Asia 2026, SIG Perluas Kolaborasi Global untuk Inovasi Bahan Bangunan

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni menuturkan keberlanjutan ini menjadi keunggulan kompetitif yang mendorong inovasi sekaligus menjaga stabilitas operasional perusahaan.

“Melalui berbagai inisiatif strategis, SIG membuktikan bahwa kinerja keberlanjutan dapat berjalan seiring dengan kinerja bisnis, bahkan memperkuat ketahanan operasional perusahaan,” ujarnya.

BACA JUGA: Sambut Era CoreTax, Akuntara Hadir untuk Berdayakan Lulusan SMK

Salah satu terobosan utama SIG adalah optimalisasi penggunaan bahan bakar alternatif yang berasal dari limbah industri, biomassa, hingga sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF).

Sepanjang 2025, pemanfaatan bahan bakar alternatif meningkat 24% menjadi 681 ribu ton, yang setara dengan pengurangan penggunaan batu bara hingga 467 ribu ton.

BACA JUGA: Hari Kartini, Jamkrindo Hadirkan Program Pemberdayaan Warga Binaan Perempuan di Lapas Tangerang

Capaian ini turut mendorong peningkatan thermal substitution rate menjadi 9,77%.

Selain berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) industri, inisiatif ini juga menjadi solusi atas persoalan limbah sekaligus membuka nilai ekonomi baru, termasuk bagi sektor pertanian melalui pemanfaatan biomassa.

SIG juga terus memperluas pemanfaatan energi bersih melalui pemasangan panel surya di berbagai unit operasional serta pemanfaatan teknologi Waste-Heat Recovery Power Generation (WHRPG) untuk mengonversi panas buang menjadi listrik.

Upaya tersebut membuahkan hasil dengan penurunan intensitas emisi GRK cakupan 1 sebesar 21% dibandingkan baseline 2010, serta penurunan emisi cakupan 2 sebesar 15% dibandingkan baseline 2019.

Di sektor pertambangan, SIG menjalankan praktik berkelanjutan melalui penataan dan pemulihan ekosistem.

Hingga 2025, perusahaan telah mereklamasi lahan pascatambang seluas 628 hektare yang tersebar di berbagai wilayah operasional.

Komitmen tersebut mendapat pengakuan dari pemerintah melalui enam penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup, yang diraih oleh sejumlah pabrik semen yang dioperasikan oleh SIG dan entitas anak.

Ke depan, SIG menegaskan akan terus mempercepat transformasi industri bahan bangunan dengan pendekatan yang lebih efisien, inovatif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertamina Bagikan 118 Ribu Paket Sembako
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Gelombang Mutasi ASN di Palopo Memicu Protes, Pemkot Mangkir dari RDP DPR
• 16 jam laluterkini.id
thumb
Gagal Kabur ke Jepang, Terduga Penipu Arisan Miliaran Terlibat Adu Jotos dengan Korban
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Banyak Anak Jadi Rezeki atau Malah Beban? Begini Pandangan dalam Islam
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Mahasiswa Unsoed Dianiaya Diduga Pelaku Kekerasan Seksual, Kini Dipolisikan
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.