Mahasiswa Unsoed Dianiaya Diduga Pelaku Kekerasan Seksual, Kini Dipolisikan

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Banyumas, berinisial D, dianiaya sejumlah temannya di lingkungan kampus pada pertengahan April 2026. D dianiaya karena diduga menjadi pelaku kekerasan seksual.

Pihak Unsoed melalui juru bicara, Dr Dian Bestari membenarkan adanya penganiayaan tersebut berdasarkan pengakuan korban dan keluarganya. Pihak kampus menyebut kasus itu diduga berkaitan dengan laporan dugaan kekerasan seksual (KS) yang melibatkan D.

"Penganiayaan ini diduga dilatarbelakangi oleh kasus kekerasan seksual oleh D berdasarkan laporan korban kepada Satgas PPK," jelas Dian, dikutip detikJateng, Rabu (22/4/2026).

Baca juga: 4 Orang Keluarga Pembeli Jadi Tersangka Kasus Aniaya Tukang Bakso di Tasik

Pihaknya membantah adanya intimidasi dari pihak kampus terhadap korban. Dia mengataka pihak kampus mempersilakan melapor ke Satgas PPK.

Usai kasus penganiayaan itu, dua mahasiswi Unsoed Purwokerto membuat laporan ke Polresta Banyumas. Mahasiswi tersebut diduga menjadi korban kekerasan seksual (KS) yang dilakukan oleh D.

Pelaporan ke Polisi itu pun dibenarkan oleh Dian. Korban membuat laporan didampingi tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK).

"Betul, Satgas PPK Unsoed sore ini mendampingi 2 orang korban KS dari D untuk melaporkan ke Polresta Banyumas," kata Dian kepada detikJateng, Rabu (22/4).

Dia meminta agar mahasiswi tidak takut untuk membuat laporan jika menjadi korban Kekerasan Seksual di lingkungan kampus.

"Kita imbau apabila ada mahasiswa yang mengalami indikasi KS untuk segera melapor," ujarnya.

Baca juga: Puan Beberkan Fokus DPR: Haji 2026 hingga Isu Kekerasan Seksual di Kampus

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Ardi Kurniawan membenarkan adanya laporan tersebut. Menurut dia, laporan ini ditangani oleh Satuan Reserse PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) dan PPO (Pemberantasan Perdagangan Orang).

"Sudah (membuat laporan korban KS), korban wanita nanti yang menangani Sat PPA," katanya.

Saat ditanya apakah ada hubungannya dengan korban penganiayaan berinisial D yang sebelumnya membuat laporan ke Polresta Banyumas, dirinya juga tidak membantah.

"Informasi awal ada mas, tapi masih kita dalami," terang dia.

Baca selengkapnya di sini.




(idn/maa)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kunker Gubernur Pramono ke Tiga Negara, Kemitraan Strategis Menuju Top 50 Global City 2030
• 12 jam laludisway.id
thumb
Harga Kambing Kurban 2026 Mulai Rp1,4 Juta! Simak Estimasi dan Tips Agar Tak Salah Pilih
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Harga Batu Bara Membara! India Hingga China Berebut Pasokan
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Survei: Kepercayaann Publik ke Trump Anjlok, Stabilitas Emosinya Dipertanyakan
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Ribuan Bus Disiapkan untuk Angkut Jamaah Haji Indonesia 2026, PPIH Gandeng 15 Perusahaan Transportasi
• 22 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.