Banjarmasin (ANTARA) - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin mewaspadai penularan demam berdarah dengue (DBD) bagi jamaah calon haji di asrama haji di Kota Banjarbaru sehingga melakukan pengasapan lingkungan tersebut bekerja sama dengan Balai Karantina Kesehatan Banjarmasin.
Ketua PPIH Embarkasi Banjarmasin Eddy Khairani di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu, menyampaikan pengasapan dilakukan secara menyeluruh, mencakup kamar jamaah, aula, ruang makan, ruang tunggu, hingga area terbuka di kompleks asrama.
Upaya ini difokuskan pada pengendalian vektor penyakit, khususnya nyamuk yang berpotensi menularkan penyakit, seperti DBD dan penyakit berbasis lingkungan lainnya.
Ia mengatakan pengasapan bagian dari rangkaian persiapan matang menjelang kedatangan jamaah calon haji yang dijadwalkan kloter 1 masuk asrama pada Kamis (23/4).
Dia menjelaskan kesiapan lingkungan faktor penting dalam mendukung kesehatan jamaah selama berada di embarkasi sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
“Fogging (pengasapan) ini kami lakukan untuk memastikan seluruh area asrama haji dalam kondisi steril dan aman dari potensi penyebaran penyakit. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam memberikan perlindungan kesehatan maksimal kepada jamaah,” ujar Eddy.
Baca juga: Tiga kelompok terbang perdana jamaah calon haji tiba di Arab Saudi
Ia menegaskan kesehatan jamaah menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Oleh karena itu, berbagai langkah pencegahan terus dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
Selain pengasapan, PPIH Embarkasi Banjarmasin bersama Balai Karantina Kesehatan melakukan pengawasan sanitasi lingkungan, pemeriksaan kualitas air bersih, serta memastikan kebersihan seluruh fasilitas yang akan digunakan oleh jemaah.
Kesiapan layanan kesehatan juga menjadi perhatian serius. Pihaknya telah menyiapkan tenaga medis, fasilitas pemeriksaan kesehatan, serta sistem rujukan untuk mengantisipasi apabila terdapat anggota jamaah membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Ia mengimbau seluruh petugas haji menjaga kebersihan lingkungan serta memberikan edukasi kepada jamaah mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat selama berada di asrama.
"Dengan persiapan yang matang ini, kami berharap seluruh proses operasional haji di Embarkasi Banjarmasin dapat berjalan lancar, serta jamaah dapat berangkat dalam kondisi sehat dan siap menjalankan ibadah di Tanah Suci," katanya.
Embarkasi Banjarmasin tahun 2026 akan memberangkatkan jamaah 19 kloter, yakni 14 kloter dari Kalsel dan lima kloter dari Kalteng. Total calon haji 6.822 orang.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga siapkan 80.000 kl avtur untuk penerbangan haji
Baca juga: Jamaah calon haji Subang mencapai 543 orang terbagi dalam dua kloter
Ketua PPIH Embarkasi Banjarmasin Eddy Khairani di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu, menyampaikan pengasapan dilakukan secara menyeluruh, mencakup kamar jamaah, aula, ruang makan, ruang tunggu, hingga area terbuka di kompleks asrama.
Upaya ini difokuskan pada pengendalian vektor penyakit, khususnya nyamuk yang berpotensi menularkan penyakit, seperti DBD dan penyakit berbasis lingkungan lainnya.
Ia mengatakan pengasapan bagian dari rangkaian persiapan matang menjelang kedatangan jamaah calon haji yang dijadwalkan kloter 1 masuk asrama pada Kamis (23/4).
Dia menjelaskan kesiapan lingkungan faktor penting dalam mendukung kesehatan jamaah selama berada di embarkasi sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
“Fogging (pengasapan) ini kami lakukan untuk memastikan seluruh area asrama haji dalam kondisi steril dan aman dari potensi penyebaran penyakit. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam memberikan perlindungan kesehatan maksimal kepada jamaah,” ujar Eddy.
Baca juga: Tiga kelompok terbang perdana jamaah calon haji tiba di Arab Saudi
Ia menegaskan kesehatan jamaah menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Oleh karena itu, berbagai langkah pencegahan terus dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
Selain pengasapan, PPIH Embarkasi Banjarmasin bersama Balai Karantina Kesehatan melakukan pengawasan sanitasi lingkungan, pemeriksaan kualitas air bersih, serta memastikan kebersihan seluruh fasilitas yang akan digunakan oleh jemaah.
Kesiapan layanan kesehatan juga menjadi perhatian serius. Pihaknya telah menyiapkan tenaga medis, fasilitas pemeriksaan kesehatan, serta sistem rujukan untuk mengantisipasi apabila terdapat anggota jamaah membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Ia mengimbau seluruh petugas haji menjaga kebersihan lingkungan serta memberikan edukasi kepada jamaah mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat selama berada di asrama.
"Dengan persiapan yang matang ini, kami berharap seluruh proses operasional haji di Embarkasi Banjarmasin dapat berjalan lancar, serta jamaah dapat berangkat dalam kondisi sehat dan siap menjalankan ibadah di Tanah Suci," katanya.
Embarkasi Banjarmasin tahun 2026 akan memberangkatkan jamaah 19 kloter, yakni 14 kloter dari Kalsel dan lima kloter dari Kalteng. Total calon haji 6.822 orang.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga siapkan 80.000 kl avtur untuk penerbangan haji
Baca juga: Jamaah calon haji Subang mencapai 543 orang terbagi dalam dua kloter




