Dorong Pendalaman Pasar Keuangan, Tiga Bank Syariah Jalin Kerja Sama SiPA

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin Syariah) bersama PT Bank Syariah Nasional (BSN) dan PT Bank BCA Syariah menandatangani kerja sama Sertifikat Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA) sebagai langkah strategis untuk mendorong pendalaman pasar uang syariah serta memperkuat efisiensi dan keamanan transaksi di Pasar Uang Antarbank Syariah (PUAS).

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Presiden Direktur Bank Aladin Syariah Koko Tjatur Rachmadi, Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor, dan Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum.

Turut hadir, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI) Dadang Muljawan sebagai bentuk dukungan regulator terhadap penguatan ekosistem keuangan syariah di Indonesia, juga perwakilan dari Bank Syariah Indonesia (BSI), serta Indonesia Islamic Global Market Association (IIGMA).

Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Tjatur Rachmadi, menyampaikan, kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat fondasi industri perbankan syariah di tengah dinamika pasar keuangan yang terus berkembang.

“Sebagai bagian dari industri perbankan syariah, kami memandang pendalaman pasar uang syariah sebagai strategi dan langkah yang sangat penting dalam menjaga stabilitas serta keberlanjutan industri, sejalan dengan arah Blueprint Pendalaman Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (BPPU) 2030. Pemanfaatan instrumen seperti SiPA memungkinkan transaksi antar bank dilakukan secara lebih efisien, aman, dan tetap sesuai dengan prinsip syariah,” ujar Koko di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Melalui kolaborasi ini, Koko percaya sinergi antar pelaku industri dapat menghadirkan solusi keuangan yang lebih komprehensif, meningkatkan kepastian counterparty, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah digital.

Baca Juga: Peduli Kemanusiaan, Bank Aladin Syariah Colab Bareng PMI dan Masjid Jenderal Sudirman

Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk nyata penguatan struktur industri perbankan syariah melalui manajemen risiko yang baik.

“Kerja sama transaksi SiPA dengan Bank Aladin Syariah memungkinkan kami untuk memperluas pemanfaatan instrumen pasar uang syariah secara kolaboratif. Melalui instrumen ini, BCA Syariah dan mitra perbankan dapat bersinergi dalam mendukung tujuan Bank Indonesia agar pasar keuangan syariah lebih aktif dengan kapasitas yang lebih besar, namun tetap mengedepankan prinsip tata kelola yang akuntabel,” kata Yuli.

Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN), Alex Sofjan Noor menyambut baik kerja sama ini untuk menghadirkan transaksi yang lebih aman, transparan, dan efisien di pasar keuangan syariah Indonesia, khususnya dalam penggunaan agunan berupa Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan Sukuk Bank Indonesia (SukBI).

“Sebagai bagian dari komitmen Bank BSN dalam mendorong pertumbuhan keuangan syariah nasional, kami terus menghadirkan inovasi yang mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan kepatuhan syariah. Penerapan pelaksanaan transaksi SiPA ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pelaku industri sekaligus
meningkatkan efisiensi pasar,” kata Alex.

Sementara itu Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Dadang Muljawan, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang dilakukan oleh Bank Aladin Syariah, BSN, dan BCA Syariah dalam mendorong penguatan pasar keuangan syariah nasional.

“Penandatanganan kerja sama SiPA ini merupakan langkah strategis dalam mendorong pendalaman pasar uang syariah serta meningkatkan efisiensi transaksi antarbank. Kami melihat tren positif pada pemanfaatan instrumen secured seperti SiPA yang terus meningkat, mencerminkan kepercayaan pelaku industri yang semakin kuat,” ujar Dadang.

Perkembangan instrumen SiPA dalam industri perbankan syariah menunjukkan tren yang sangat positif. Seiring dengan pergeseran preferensi pasar dari instrumen tanpa agunan menuju instrumen beragun (secured), SiPA menjadi salah satu instrumen yang semakin diminati.

Baca Juga: Peluang Pertumbuhan Bank Syariah Dinilai Masih Terbuka Lebar

Berdasarkan data Bank Indonesia, transaksi instrumen secured termasuk SiPA meningkat dari nihil pada tahun 2020 menjadi sekitar 34% dari total transaksi PUAS pada 2024, dengan rata-rata transaksi harian mencapai sekitar Rp0,8 triliun. Tren ini diproyeksikan terus meningkat hingga mendekati 40% pada 2025, mencerminkan meningkatnya kepercayaan industri terhadap instrumen dengan underlying SBSN.

“Bank Aladin percaya bahwa penguatan instrumen PUAS akan menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan ketahanan industri perbankan syariah, sekaligus mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan,” terang Koko.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hakim Mendadak Percepat Jadwal Sidang, Kubu Nadiem Makarim Surati MA hingga DPR RI
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Wapres Gibran: Pak JK Idola Saya, Mentor, Teladan Kita Semua
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Kisah Syafina: Jemaah Haji Berusia 13 Tahun, Dampingi Ayah ke Tanah Suci
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Menlu Sugiono Ungkap Kondisi Dua Kapal Pertamina yang Masih Tertahan di Selat Hormuz
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Calon Haji Depok Wajib Bawa Dokumen Kesehatan Lengkap Sebelum Masuk Embarkasi
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.