Dedi Mulyadi Pantau Sanksi 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Acungkan Jari Tengah ke Guru

viva.co.id
18 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meninjau langsung pelaksanaan sanksi terhadap sembilan siswa di SMAN 1 Purwakarta setelah kasus penghinaan terhadap guru mereka viral di media sosial. 

Sanksi tersebut diberikan sebagai bentuk pembinaan agar para siswa tidak mengulangi perbuatannya.

Baca Juga :
Diacungi Jari Tengah oleh Murid, Guru SMAN 1 Purwakarta Lapang Dada: Saya Maafkan
Viral! Tertangkap Basah Mau Curi Uang di Toko, Wanita Ini Mendadak Lepas Celana dan Akting Jadi ODGJ

Dilihat melalui YouTube KDM, Dedi memastikan bahwa sanksi yang dijalankan berjalan sesuai tujuan pembinaan. Para siswa diketahui menjalani kegiatan seperti membersihkan lingkungan sekolah, menyambut siswa di pagi hari, hingga mengikuti pembinaan religi sesuai keyakinan masing-masing.

Salah satu guru di SMAN 1 Purwakarta menjelaskan bahwa aktivitas harian siswa dimulai dari kerja bakti, dilanjutkan dengan kegiatan keagamaan seperti mengaji dan tadarus bagi siswa muslim. Sementara siswa nonmuslim mengikuti pembinaan sesuai ajaran agamanya.

Dedi Mulyadi juga menanyakan respons orang tua terhadap sanksi tersebut. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, orang tua siswa menerima keputusan tersebut dan tidak mengajukan keberatan. Para siswa pun disebut menjalani sanksi dengan kesadaran dan menunjukkan penyesalan atas tindakan mereka.

"Tapi intinya orang tuanya tidak komplain?" tanya Dedi.

"Sama sekali tidak Pak, (orangtua murid) menerima," ungkap guru SMAN 1 Purwakarta.

Menurut pihak sekolah, para siswa bahkan merasa terbantu dengan pola pembinaan yang diterapkan. Mereka disebut menjalani kegiatan dengan sukarela, termasuk tugas membersihkan fasilitas sekolah seperti toilet, tanpa adanya tekanan.

Dedi menegaskan bahwa tujuan utama sanksi bukan untuk menghukum secara keras, melainkan membentuk karakter siswa agar menjadi lebih baik. Ia memastikan bahwa seluruh proses pembinaan berlangsung dalam kondisi yang tidak menimbulkan tekanan psikologis bagi siswa.

Selain itu, Dedi mengungkapkan bahwa kesembilan siswa tersebut direncanakan akan mengikuti program pembinaan lanjutan di barak militer pada Juni 2026 bersama sejumlah siswa lainnya, termasuk pengurus OSIS.

Di sisi lain, guru yang menjadi korban penghinaan sebelumnya telah menyatakan memaafkan para siswa. Meski demikian, proses pembinaan tetap dijalankan sebagai bagian dari pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Baca Juga :
Viral! Minuman Manis Kini Bakal Punya Nilai Gula, Warganet Kompak Setuju!
Heboh! Harga BBM Nonsubsidi Naik, Begini Tanggapan Warganet!
Sahroni Ikut Bantu Bocah Azizah yang Viral Cari Rongsokan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 PNS Satpol PP Kota Bogor Diduga Gadaikan SK Bawahan, Terancam Sanksi Berat
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Airlangga Sebut Pupuk Urea Indonesia Diburu India–Filipina, Australia Sudah Kunci 250 Ribu Ton
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Ratusan Calon Haji Kloter I Bengkulu Siap Berangkat ke Tanah Suci pada 25 April 2026
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Mahasiswa Unsoed Dianiaya Diduga Pelaku Kekerasan Seksual, Kini Dipolisikan
• 20 jam laludetik.com
thumb
2 Mahasiswi Asal Makassar Tewas Ditabrak Truk di Manahan Solo, Sopir Diperiksa
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.