Takdir PSM Makassar Bertahan di Super League Ditentukan di Laga Kontra Persik Kediri: Harus Menang atau Dikudeta Madura United

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Laga antara PSM Makassar dan Persik Kediri pada pekan ke-29 Super League 2025/2026 bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah pertaruhan nasib, sebuah “final” bagi Juku Eja untuk menentukan apakah mereka tetap bertahan di kasta tertinggi atau justru semakin dekat ke jurang degradasi.

Bermain di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Kamis (23/4/2026), PSM datang dengan tekanan yang tidak ringan. Posisi mereka saat ini berada di peringkat ke-13 dengan 28 poin, tepat di bawah Persik Kediri yang mengoleksi 33 poin. Selisih lima angka ini membuat kemenangan menjadi harga mati, bukan lagi sekadar target.

Jika mampu meraih tiga poin, PSM akan memangkas jarak menjadi dua poin—sebuah skenario yang masih membuka harapan untuk menyalip. Namun jika hasilnya sebaliknya, jarak akan melebar menjadi delapan poin, yang secara matematis dan psikologis akan sangat sulit dikejar di sisa musim.

Situasi ini diperparah oleh tekanan dari Madura United yang terus membayangi di peringkat ke-14 dengan 26 poin. Dengan selisih yang sangat tipis, satu kesalahan saja bisa membuat PSM tergelincir ke zona merah. Artinya, laga ini bukan hanya soal mengejar Persik, tetapi juga tentang bertahan dari kejaran tim di bawah.

Asisten pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, menyadari betul situasi genting ini. Ia menegaskan bahwa tim telah melakukan evaluasi menyeluruh setelah kekalahan dari Borneo FC Samarinda—hasil yang semakin memperumit posisi mereka.

”Kami berusaha melakukan perubahan melalui pemain pengganti. Ini tanggung jawab saya untuk beradaptasi lebih baik dengan pemain. Mudah-mudahan di pertandingan selanjutnya kami bisa bermain lebih baik,” ungkapnya.

Pernyataan ini mengindikasikan adanya persoalan dalam kedalaman skuad, khususnya kontribusi pemain pelapis yang belum mampu memberikan dampak maksimal. Dalam pertandingan dengan tekanan setinggi ini, rotasi pemain bukan lagi sekadar opsi taktik, melainkan kebutuhan—namun tetap harus diimbangi dengan kualitas.

Dari sisi suporter, harapan dan kecemasan bercampur menjadi satu. Dukungan tetap mengalir, tetapi dengan nada yang lebih tegas: tidak boleh ada lagi kegagalan.

”Ini laga krusial sekali. Masih ada waktu dan kesempatan, jadi harus dimaksimalkan. Jangan sampai kalah lagi, apalagi ini laga kandang. Jangan sampai kita kecewa di akhir musim,” tegas Sulyadi Abbas dari Komunitas VIP Utara.

Pernyataan tersebut mencerminkan bahwa laga ini bukan hanya soal poin, tetapi juga soal harga diri dan kepercayaan publik. Stadion Gelora BJ Habibie yang sebelumnya dikenal angker bagi lawan kini mulai kehilangan auranya, terutama setelah kekalahan dari Borneo FC. Kemenangan atas Persik menjadi penting untuk mengembalikan “tuah” kandang sekaligus membangun kembali mentalitas tim.

Secara taktis, PSM dituntut untuk tampil agresif sejak menit awal. Gol cepat akan menjadi kunci untuk mengurangi tekanan sekaligus memaksa Persik keluar dari zona nyaman. Namun agresivitas harus tetap diimbangi dengan disiplin, terutama dalam transisi bertahan.

Persik Kediri dikenal memiliki kemampuan serangan balik yang cepat dan efektif. Jika PSM terlalu terbuka tanpa keseimbangan, justru mereka bisa menjadi korban dari strategi tersebut. Di sinilah pentingnya konsentrasi penuh selama 90 menit—tidak ada ruang untuk kesalahan elementer atau unforced errors.

Selain itu, efektivitas penyelesaian akhir menjadi faktor krusial. Dalam beberapa pertandingan terakhir, PSM kerap menciptakan peluang tetapi gagal mengonversinya menjadi gol. Dalam laga “final” seperti ini, satu peluang bisa menentukan segalanya.

Di atas kertas, PSM memang memiliki keuntungan sebagai tuan rumah. Namun dalam kondisi psikologis seperti sekarang, tekanan justru bisa menjadi beban tambahan jika tidak dikelola dengan baik. Dukungan suporter bisa menjadi energi, tetapi juga bisa berubah menjadi tekanan jika hasil tidak sesuai harapan.

Di sisi lain, Persik Kediri datang tanpa beban sebesar PSM. Posisi mereka yang sedikit lebih aman memungkinkan bermain lebih lepas. Justru kondisi ini yang harus diwaspadai, karena tim tanpa tekanan sering kali tampil lebih berbahaya.

Dengan segala dinamika yang ada, satu hal menjadi jelas: laga ini akan menentukan arah perjalanan PSM di sisa musim. Menang berarti menjaga harapan tetap hidup. Kalah bisa menjadi awal dari akhir.

Tidak berlebihan jika pertandingan ini disebut sebagai “penentu takdir”. Bagi PSM Makassar, ini adalah momen untuk membuktikan bahwa mereka masih layak bertahan di Super League—atau harus menerima kenyataan pahit turun kasta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Comeback Epik Inter Milan! Como Dipaksa Menangis di Semifinal Cobba Italia
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Tega Cabuli Bocah 11 Tahun di Garut, Kakek Usia 65 Tahun Terancam 12 Tahun Penjara
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Jokowi Isyaratkan Tak Buka Damai, Roy Suryo: Sekuku Hitam Pun Kami Tak Minta RJ!
• 23 jam laluokezone.com
thumb
10 Saham Top Gainer Perdagangan Rabu 22 April 2026, COAL dan KOTA Juara Harian
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
WASPADA! PSM Makassar Kembali di Ambang Degradasi: Mental Juara Persis Solo Tumbangkan Bhayangkara 2-1
• 3 menit laluharianfajar
Berhasil disimpan.