Serangan Jantung Bisa Bunuh dalam 30 Menit, Ini Jurus Cepat Siloam Selamatkan Nyawa

tabloidbintang.com
3 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Serangan jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan lebih dari 650.000 kasus per tahun akibat penyakit kardiovaskular. 

Kondisi ini tidak hanya menyerang lansia, tetapi juga usia muda dan produktif, bahkan saat beraktivitas seperti olahraga.

Yang sering tidak disadari, kerusakan otot jantung bisa terjadi hanya dalam 20–30 menit sejak serangan terjadi. Bahkan, setiap keterlambatan 30 menit dapat meningkatkan risiko kematian hingga 7–10 persen. Artinya, waktu menjadi faktor penentu utama keselamatan pasien.

Menjawab kondisi tersebut, Siloam International Hospitals menghadirkan layanan Chest Pain Ready Hospital, sebuah sistem penanganan darurat jantung berbasis standar global dengan prinsip “time is muscle”.

Chief Medical Officer Siloam, dr. Grace Frelita M.M., menjelaskan, pasien serangan jantung idealnya langsung mendapat tindakan di cath lab dalam waktu kurang dari 90 menit sejak pertama kali ditangani atau dikenal sebagai standar door-to-balloon.

“Penanganan dilakukan melalui prosedur PCI (Percutaneous Coronary Intervention), yaitu membuka sumbatan pembuluh darah jantung menggunakan kateter dengan balon dan stent. Tindakan ini bertujuan mengembalikan aliran darah secepat mungkin agar kerusakan jantung bisa diminimalkan,” jelas dr. Grace dalam keterangan resmi, Rabu (22/4).

Penanganan Cepat dan Tepat

Layanan Chest Pain Ready Hospital dirancang dengan sistem terintegrasi dari awal hingga akhir. 

Pasien dengan gejala nyeri dada akan langsung ditangani di IGD, menjalani pemeriksaan EKG maksimal dalam 10 menit, hingga mendapat akses cepat ke tim medis multidisiplin dan fasilitas cath lab yang siap 24 jam.

Menurut dr. Grace, kesiapan ini diperkuat dengan jaringan rumah sakit Siloam yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, sehingga akses penanganan darurat jantung bisa dilakukan lebih cepat dan merata.

“Melalui kampanye #CepatTepatuntukJantungAnda, kami ingin memastikan pasien mendapatkan peluang hidup yang lebih besar dengan penanganan yang cepat dan tepat sejak menit pertama,” ujarnya.

Ia mengingatkan, masyarakat tidak boleh mengabaikan gejala nyeri dada. Pemeriksaan sedini mungkin sangat penting untuk mencegah kondisi memburuk.

Dengan sistem respons cepat ini, Siloam berharap dapat meningkatkan angka keselamatan pasien sekaligus memberikan “kesempatan kedua” bagi penderita serangan jantung untuk kembali menjalani hidup dengan lebih baik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Residivis Bandar Narkoba di Pangkalpinang Ditangkap, Polisi Sita 2 Kg Sabu
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Rossa Ungkap Transformasi 30 Tahun Berkarir, Dulu Tampil Polos Kini Lebih Dewasa dalam Penampilan
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Kuasa Hukum Ibrahim Arief: Tuntutan 22,5 Tahun Penjara tak Sesuai Dakwaan dan Pembuktian
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Digital Realty Bersama Siapkan Infrastruktur yang Siap Dukung AI
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Penyuluhan Hukum Perkuat Peran RT/RW di Lingga
• 7 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.