Saat Kloter Pertama Jemaah Haji 2026 Diberangkatkan

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Musim haji 2026 resmi dimulai. Ratusan jemaah kloter pertama dari berbagai embarkasi Indonesia mulai diberangkatkan ke Arab Saudi pada Rabu (22/4). Pemerintah menegaskan keselamatan, kelancaran layanan, dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang memanas.

Sejumlah pejabat turut melepas keberangkatan jemaah, di antaranya Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Timwas Haji DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, hingga Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto. Ritual tahunan ini selalu sama: koper ditimbang, air mata ditahan, dan doa dipanjatkan berlapis-lapis.

Kloter Pertama Berangkat dari Embarkasi Banten

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf bersama Sufmi Dasco Ahmad melepas 391 jemaah kloter pertama Embarkasi Banten di Bandara Soekarno-Hatta.

Irfan menyebut momen keberangkatan haji bukan sekadar agenda administratif, melainkan perjalanan spiritual yang lama dinantikan para jemaah.

“Alhamdulillah hari ini adalah hari yang tidak hanya penting secara administratif, tetapi juga sangat dalam maknanya. Hari yang sangat haru, syukur, dan harapan,” ujar Irfan.

“Perjalanan ini bukan perjalanan fisik, tetapi perjalanan jiwa, perjalanan menuju titik paling khusyuk dalam hidup seorang muslim,” katanya.

Dasco menilai keberangkatan kloter pertama menandai dimulainya rangkaian pemberangkatan haji Indonesia tahun ini.

“Singkat saja bahwa pada hari ini kita akan melepas kloter pertama yang menandakan bahwa sudah dimulainya rangkaian dari pemberangkatan jemaah haji Indonesia,” kata Dasco.

Pemerintah Pastikan Keamanan di Tengah Konflik Timur Tengah

Irfan menegaskan pemerintah terus memantau kondisi keamanan di tengah meningkatnya konflik kawasan Timur Tengah.

“Kita juga tidak menutup mata bahwa perjalanan ini berlangsung di tengah dinamika global, termasuk meningkatnya konflik di Timur Tengah,” ujar Irfan.

Ia menegaskan pemerintah hadir untuk memastikan perlindungan dan keamanan jemaah selama di Tanah Suci.

“Pemerintah hadir, kami terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas terkait guna memastikan bahwa seluruh jemaah Indonesia mendapatkan perlindungan, pelayanan, dan keamanan terbaik selama menjalankan ibadah,” katanya.

Menurut Irfan, arahan Presiden Prabowo Subianto jelas: keselamatan jemaah menjadi prioritas utama.

Layanan Haji Dinilai Lebih Siap

Dasco mengapresiasi sejumlah perbaikan layanan haji tahun ini, terutama distribusi kartu Nusuk yang sudah dilakukan di Indonesia. Dengan begitu, penataan jemaah dinilai lebih rapi dan meminimalkan keluarga terpisah.

“Di samping itu, kartu Nusuk yang biasanya dibagikan di tanah suci, ini sudah semua dibagikan di Indonesia sehingga kemudian pemberangkatan menjadi lebih teratur,” kata Dasco.

Ia juga menyebut adanya penambahan embarkasi serta perluasan layanan fast track.

“Dan saya pikir penyelenggaraan kali ini lebih baik daripada tahun-tahun yang lalu,” tandasnya.

Empat Embarkasi Gunakan Fast Track Imigrasi

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan pemeriksaan imigrasi Arab Saudi dilakukan langsung di empat embarkasi Indonesia, yakni Cengkareng, Makassar, Solo, dan Juanda.

“Dari petugas imigrasi Arab Saudi datang ke Indonesia melakukan pemeriksaan di empat lokasi,” ujar Agus.

Skema ini membuat jemaah tidak perlu lagi antre pemeriksaan saat tiba di Arab Saudi.

Menurut Agus, hampir 60 persen jemaah haji Indonesia mendapat layanan tersebut.

Jemaah Pertama Tiba di Madinah

Pada hari yang sama, kloter pertama Indonesia mulai mendarat di Bandara Prince Muhammad Bin Abdul Aziz, Madinah. Rombongan awal berasal dari Embarkasi Yogyakarta (YIA 1), disusul Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 1).

Jemaah Yogyakarta membawa total 360 orang, sedangkan kloter Jakarta membawa 389 penumpang.

Salah satu jemaah asal Yogyakarta, Supomo Sentikno Sentono (66), mengaku bersyukur setelah menunggu 14 tahun.

"Alhamdulillah setelah 14 tahun menunggu bisa naik haji. Alhamdulillah saya akan haji bersama dengan anak dan istri," tuturnya.

Kisah Syafina, Jemaah Haji Usia 13 Tahun

Di antara rombongan kloter pertama Banten, ada Syafina Marwa, jemaah berusia 13 tahun asal Tangerang. Ia berangkat bersama ayah dan keluarganya.

“Deg-degan, seneng, campur aduk lah,” ucap Syafina.

Ayahnya, Tommy, menjelaskan Syafina sudah didaftarkan haji sejak usia belum genap satu tahun pada 2013, saat aturan pendaftaran anak masih berbeda dan masa tunggu sekitar 13 tahun.

Kisah Kuli Panggul Kudus Menabung 13 Tahun

Cerita lain datang dari Kudus, Jawa Tengah. Suharman (52), kuli panggul Pasar Kliwon, akan berangkat haji bersama istrinya setelah menabung selama 13 tahun.

Ia menyisihkan Rp 20 ribu per hari untuk membeli ampas tahu sebagai pakan kambing. Kambing-kambing itu kemudian dijual, dan hasilnya ditabung untuk biaya haji.

"Uang Rp 20 ribu saya gunakan untuk membeli ampas tahu sebagai pakan kambing. Setelah kambing saya besar dan layak jual saya jual. Uang hasil jualan kambing itulah yang saya tabung di bank untuk berangkat haji," katanya.

Kisah seperti ini yang membuat ibadah haji tak pernah cuma soal perjalanan. Ia selalu tentang sabar, niat, dan manusia yang rela hidup sederhana demi satu panggilan besar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Efek Perang di Iran Menjalar hingga ke Kondom, Harganya Bakal Naik 30%
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Digital Realty Bersama Siapkan Infrastruktur yang Siap Dukung AI
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Buka Musrenbang RKPD Sumut, Mendagri Tekankan Pentingnya Perencanaan yang Matang
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Kabar Merger BDMN dengan MUFG Mencuat, Manajemen Danamon Ungkap Strategi Bisnis
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Motor dan Mobil Listrik Kena Pajak Tahunan, Berlaku Kapan?
• 12 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.