Masuk Daftar HSC, 7 Saham Berpotensi Gagal Naik ke Indeks Utama

idxchannel.com
16 jam lalu
Cover Berita

Saham dengan tingkat kepemilikan yang terlalu terpusat tidak lagi memenuhi syarat untuk menjadi konstituen indeks utama.

Masuk Daftar HSC, 7 Saham Berpotensi Gagal Naik ke Indeks Utama (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melakukan penyesuaian kriteria evaluasi konstituen indeks IDX30, LQ45, dan IDX80.

Salah satu perubahan utama adalah dikeluarkannya saham yang masuk dalam daftar kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari universe indeks.

Baca Juga:
BEI Minta Perusahaan dengan Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi (HSC) Lakukan Aksi Korporasi

Artinya, saham dengan tingkat kepemilikan yang terlalu terpusat tidak lagi memenuhi syarat untuk menjadi konstituen indeks utama.

Selain itu, BEI juga melonggarkan aturan terkait suspensi perdagangan. Jika sebelumnya saham harus selalu aktif diperdagangkan tanpa suspensi dalam enam bulan terakhir, kini toleransi diberikan hingga maksimal satu hari tidak ditransaksikan dalam periode yang sama.

Baca Juga:
Usai MSCI, BREN-DSSA Anjlok Lagi setelah BEI Siap Coret Saham HSC dari IDX80

Perubahan lain menyangkut ketentuan free float. BEI menetapkan batas minimum free float sebesar 10 persen atau mengikuti ketentuan baru dalam Peraturan I-A, mana yang lebih tinggi.

Penyesuaian ini akan mulai diterapkan pada evaluasi mayor April 2026 dan efektif pada hari pertama bursa Mei 2026.

Baca Juga:
BEI Ubah Kriteria Indeks IDX30, LQ45, dan IDX80, Saham HSC Siap Didepak

Langkah BEI tersebut sejalan dengan MSCI yang mengumumkan akan mengeluarkan saham Indonesia dari indeksnya apabila masuk dalam daftar HSC. Kebijakan ini disebut konsisten dengan perlakuan di pasar lain, termasuk Hong Kong.

Stockbit pada Rabu (22/4/2026) menilai, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), yang saat ini tercatat sebagai konstituen LQ45 dan IDX80 serta masuk dalam daftar HSC, berpotensi keluar dari indeks pada Mei 2026.

Baca Juga:
Saham BREN dan DSSA Jatuh saat MSCI Siap Coret Emiten HSC

Potensi keluarnya kedua saham tersebut dapat memicu arus keluar dana (outflow) dari investor pasif yang mengikuti indeks acuan.

Selain itu, terdapat tujuh saham lain yakni PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK), PT Ifishdeco Tbk (IFSH), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), PT Samator Indo Gas Tbk (AGII), PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV), PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang juga berada dalam daftar HSC dan berpotensi terhambat untuk masuk ke indeks mayor selama status tersebut belum berubah.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kepercayaan Diri Tinggi! Bali United Siap Lanjutkan Tren Positif di Kandang Persita
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Pria di Sulbar Perkosa Anak Tiri hingga Hamil di Samping Istrinya yang Lumpuh
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Bupati Sidrap Lepas Kontingen HUT Satpol PP, Tekankan Karakter yang Disegani dan Disenangi
• 7 jam laluterkini.id
thumb
Pemkot Surabaya Bereskan Sampah Demi Rebut Kembali Adipura
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Polda Banten dan BP3MI Jalin Sinergi Cegah Perdagangan Orang
• 20 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.