Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG rawan turun pada perdagangan saham hari ini. Pada perdagangan Rabu (22/4), IHSG ditutup terkoreksi 0,46% ke level 7.541 dan muncul volume pembelian.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai posisi IHSG saat ini sedang berada di akhir wave [iv] pada label hitam atau alternatif di akhir wave [a] dari wave B pada label merah. Artinya IHSG rawan terkoreksi dengan area terdekat diperkirakan akan menguji 7.245–7.447.
“Meskipun menguat, dalam jangka pendek kami perkirakan akan menguji 7.580–7.601,” tulis Herditya dalam risetnya, Kamis (23/4).
MNC Sekuritas menetapkan support IHSG berada di 7.488 dan 7.351. Sementara resistance terdekat berada di 7.700 dan 7.861.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.
Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.
MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akumulasi beli di rentang Rp 4.690–Rp 4.730 dengan target harga di Rp 4.830–Rp 4.940, sementara level stop loss di bawah Rp 4.670.
Kemudian PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 368–Rp 386 dengan target harga di Rp 406–Rp 420, serta stoploss di bawah Rp 364.
Sentimen IHSGPhintraco Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih cenderung mixed di tengah kombinasi sentimen global yang belum sepenuhnya kondusif. Dari sisi global, perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran menjadi katalis positif jangka pendek karena meredakan tensi geopolitik.
Namun, kondisi ini sekaligus memperpanjang ketidakpastian pasar. Apalagi jika penutupan Selat Hormuz berlangsung lebih lama, harga minyak mentah berpotensi melonjak. Dampaknya, biaya energi meningkat dan berisiko menekan beban pemerintah, korporasi, hingga daya beli masyarakat.
“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi konsolidasi pada rentang level 7.500–7.600,” tulis Phintraco dalam analisisnya, Kamis (23/4).
Apalagi Bank Indonesia kembali menahan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75%, dengan suku bunga Deposit Facility tetap di 3,75% dan Lending Facility di 5,5%. Kebijakan ini sejalan dengan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang masih tertekan di tengah ketidakpastian global.
Di sisi lain, fungsi intermediasi perbankan masih menunjukkan perbaikan. Pertumbuhan kredit meningkat menjadi 9,49% secara tahunan (YoY) pada Maret 2026, dari 9,37% pada Februari 2026.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Panin Financial Tbk (PNLF), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).




