Empat Negara Berebut Impor Urea dari Indonesia, Permintaan India Capai 500 Ribu Ton

pantau.com
8 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan empat negara yakni India, Australia, Filipina, dan Brazil meminta impor pupuk urea dari Indonesia di tengah dinamika pasokan global.

Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan masing-masing negara, termasuk melalui komunikasi resmi dengan pemerintah Indonesia.

"Pupuk ini yang meminta langsung Dubes India menelepon, kemudian juga Australia, Filipina, dan Brazil. Empat negara ini memohon agar mendapatkan urea," ungkapnya.

Permintaan Besar dari India dan Australia

India menjadi negara dengan permintaan terbesar yakni sekitar 500 ribu ton pupuk urea untuk memenuhi kebutuhan sektor pertaniannya.

"India menelepon lima hari yang lalu kalau tidak salah, meminta 500 ribu ton pupuk urea. Australia sudah putus 250 ribu ton tahap pertama," ia mengungkapkan.

Sementara itu, Australia telah menyepakati pengiriman tahap awal sebesar 250 ribu ton pupuk urea dari Indonesia.

Adapun permintaan dari Filipina dan Brazil masih dalam tahap pembahasan terkait volume ekspor yang akan disepakati.

Produksi Nasional Surplus, Peluang Ekspor Terbuka

Pemerintah menilai Indonesia memiliki peluang ekspor karena produksi pupuk nasional mencapai 7,8 juta ton, melampaui kebutuhan dalam negeri yang sekitar 6 juta ton.

"Nah, kita kemungkinannya kita lepas satu juta ton," ungkapnya.

Kelebihan produksi tersebut membuka ruang bagi Indonesia untuk memperkuat ekspor sektor pertanian di tengah meningkatnya permintaan global.

Meski demikian, keputusan ekspor tetap akan mempertimbangkan kepentingan nasional secara menyeluruh.

Di sisi lain, kinerja ekspor komoditas pertanian nasional juga menunjukkan tren peningkatan berdasarkan data Badan Pusat Statistik.

"Kita ada naik ekspor kita Rp167 triliun. Dan itu data BPS, bukan data Pertanian ya. Impor kita menurun, kurang lebih nilainya Rp41 triliun. Jadi kita dapat keuntungan Rp200 triliun," ujarnya.

Sebelumnya, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono pada 16 April 2026 untuk membahas rencana impor pupuk urea.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya India dalam mengamankan pasokan pupuk untuk kebutuhan pertanian domestik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hakim Mendadak Percepat Jadwal Sidang, Kubu Nadiem Makarim Surati MA hingga DPR RI
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Cerita Sandra: Resign Jelang SNBT, Biar Lulus Dapat Jurusan Pertambangan
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Marleve Mainaky: Kekompakan jadi kunci kans Indonesia di Piala Thomas
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Tangis Calon Siswa Sekolah Rakyat Pecah di Pelukan Seskab Teddy
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Catat, Ini Daftar Lengkap 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta, Utara hingga Selatan
• 22 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.