Kualitas udara di Bandung, Tangerang Selatan, dan sejumlah wilayah lainnya di Indonesia terpantau tidak sehat pagi ini. Berdasarkan pantauan situs IQAir pukul 06.45 WIB, poin AQI wilayah-wilayah itu mencapai lebih dari 150 atau termasuk dalam kategori kualitas udara tidak sehat.
Pada kualitas udara yang tidak sehat, masyarakat umum terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, orang hamil, atau penderita penyakit jantung dan paru rentan mengalami efek kesehatan.
“Ketika kualitas udara dikategorikan tidak sehat, masyarakat umum, terutama kelompok yang sensitif, mungkin mulai mengalami efek kesehatan,” demikian penjelasan IQAir, dikutip pada Kamis (22/4).
IQAir menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dalam kondisi ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG juga beberapa kali mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, khususnya jika berada di lokasi dengan tingkat pencemaran udara tinggi.
Berikut daftar lima kota di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pagi ini:
- Bandung, Jawa Barat, dengan poin AQI 169 atau dalam kategori tidak sehat.
- Tangerang Selatan, Banten, dengan poin AQI 165 atau dalam kategori tidak sehat.
- Surabaya, Jawa Timur, dengan poin AQI 159 atau dalam kategori tidak sehat.
- Bekasi, Jawa Barat, dengan poin AQI 151 atau dalam kategori tidak sehat.
- Jakarta, dengan poin AQI 122 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Sedangkan Palangkaraya di Kalimantan Tengah memiliki kualitas udara paling sehat pagi ini dengan poin AQI 39. Kemudian disusul Kota Semarang di Jawa Tengah dengan poin AQI 49, keduanya masuk kategori baik.
Di lingkup global, kota besar dengan kualitas udara terbaik pagi ini adalah Portland di Amerika Serikat dengan poin AQI 5. Berikutnya disusul San Francisco dengan poin AQI 11 dan Stockholm di Swedia dengan poin AQI 17.
Berbanding terbalik dengan kondisi tersebut, Kota Lahore di Pakistan menjadi wilayah dengan kualitas udara terburuk di dunia, bahkan Mencapai level berbahaya. Berikut daftarnya:
- Lahore, Pakistan, dengan poin AQI 419 atau dalam kategori berbahaya.
- Kathmandu, Nepal, dengan poin AQI 202 atau dalam kategori sangat tidak sehat.
- Delhi, India, dengan poin AQI 190 atau dalam kategori tidak sehat.
- Chiang Mai, Thailand, dengan poin AQI 166 atau dalam kategori tidak sehat.
- Algiers, Algeria, dengan poin AQI 165 atau dalam kategori tidak sehat.
Indeks AQI merupakan konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.
Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori.
Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-150.
Sedangkan kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.
Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.




