REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –– Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengisyaratkan keyakinannya terhadap arah akhir konflik di Ukraina, namun menegaskan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk mengungkapkannya ke publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Putin dalam sebuah pertemuan dengan perwakilan kota-kota Rusia, menyusul komentar dari pejabat legislatif lokal yang menyebut kemenangan Rusia dalam konflik tersebut sudah tidak diragukan lagi.
Baca Juga
Jerman Kewalahan, Pasokan Minyak Kazakhstan Mendadak Disetop Rusia, ini Alasannya
Bukan Hanya Soal Lawan Rusia, ini Alasan Zelensky Nekat Todong Uni Eropa Soal Jadwal Aksesi
Gedung Putih Unggah Video Trump dengan Lagu yang Populer di Rusia
Dalam forum itu, kepala badan legislatif kota Nizhny Novgorod, Evgeny Chintsov, menyatakan bahwa “tidak seorang pun, termasuk musuh,” meragukan bahwa konflik akan berujung pada kemenangan Rusia.
Putin menanggapi pernyataan tersebut dengan sikap yang lebih hati-hati, meski tidak menampik optimisme yang berkembang di dalam negeri. “Ya, mereka hanya memikirkan bagaimana membentuk semuanya; kita lihat saja nanti,” kata Putin.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia menambahkan bahwa konflik bersenjata bukanlah sesuatu yang sederhana, melainkan penuh kompleksitas dan risiko. “Namun, aksi militer selalu merupakan hal yang sangat rumit dan berbahaya,” ujarnya.
Putin kemudian menegaskan bahwa Rusia memiliki gambaran mengenai bagaimana konflik tersebut akan berakhir, namun memilih untuk tidak mengungkapkannya.
“Kita tahu bagaimana semuanya akan berakhir, tetapi kita tidak akan membuat pernyataan publik apa pun tentang hal itu,” kata Putin.
Ia menekankan bahwa fokus utama pemerintahannya adalah tetap menjalankan strategi yang telah ditetapkan sejak awal konflik. “Kita hanya akan berupaya mencapai tujuan yang telah kita tetapkan,” ujarnya.
Sejak awal operasi militer di Ukraina, Moskow telah menyampaikan sejumlah tujuan utama yang ingin dicapai melalui tindakan tersebut.
Tujuan-tujuan tersebut mencakup demiliterisasi dan apa yang disebut Rusia sebagai “denazifikasi” Ukraina. Selain itu, Rusia juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap penutur bahasa Rusia di wilayah Ukraina.