JAKARTA, KOMPAS.com - Keterbatasan lahan tak menghalangi warga di Jalan Batu Tumbuh Raya, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, untuk menggeluti usaha peternakan sapi.
Anto (38) mengaku telah menekuni usaha peternakan sapi bernama Rumah Sapi Jakarta selama lima tahun terakhir.
Usaha ini merupakan warisan dari orangtuanya yang terus ia kembangkan hingga sekarang.
Baca juga: Kisah Pensiunan TNI yang Banting Setir Jadi Peternak Bebek, Raup Belasan Juta per Bulan
"Saya fokusnya sendiri tuh udah lima tahun, kalau orangtua saya sendiri udah 14 tahun," ungkap Anto saat diwawancarai Kompas.com di lokasi, Rabu (22/4/2026).
Saat ini, Anto merawat sekitar 40 ekor sapi di tengah permukiman padat penduduk.
Manfaatkan garasi rumah
Sebanyak 40 ekor sapi tersebut ditempatkan di dua lokasi berbeda.
Beberapa sapi berukuran besar, dengan bobot mencapai satu ton, ditempatkan di samping rumahnya yang difungsikan sebagai garasi.
Dari luar, garasi berpagar tinggi berwarna kuning itu tampak seperti bangunan biasa. Keberadaan sapi di dalamnya bahkan tidak terlihat jika gerbang tertutup.
Namun, bagian dalamnya telah dimodifikasi menjadi kandang.
Lantainya hanya berupa peluran semen tanpa keramik, sementara dindingnya dari batako yang belum diplester atau dicat. Beberapa lubang ventilasi dibuat di sisi kiri untuk sirkulasi udara.
Di bagian tengah, tersedia tempat makan dan minum sapi yang dibuat permanen dari semen memanjang.
Baca juga: Di Usia 68 Tahun, Peternak Bebek di Jakarta Raup Rp 15 Juta per Bulan
Meski digunakan sebagai kandang, area ini tidak menimbulkan bau menyengat. Lantainya pun terlihat bersih, hanya terdapat sedikit kotoran yang belum sempat dibersihkan.
Tak heran, banyak orang tidak menyangka garasi tersebut merupakan kandang sapi.
Selain di garasi, Anto juga menyewa lahan sekitar 50 meter dari rumahnya untuk kandang tambahan. Di lokasi itu, ia membangun kandang dengan dinding batako dan atap seng untuk melindungi sapi dari panas dan hujan.