DPR Soroti Dampak Geopolitik Global, Komisi I: RI Jangan Terseret Blok Kekuatan

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam membaca dinamika geopolitik global yang kian memanas, terutama di tengah konflik Iran–Israel dan manuver Amerika Serikat.

Ia menilai, posisi Indonesia saat ini berada dalam situasi sensitif akibat langkah strategis masuk ke blok ekonomi BRICS.

Utut mengungkapkan, eskalasi konflik global bukan hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga berimbas pada peta politik internasional yang harus diantisipasi Indonesia.

“Kami pernah mengundang teman-teman yang sama ketika terjadi perang Iran-Israel yang pertama, yaitu dari 10 Juni sampai 22 Juni 2025. Israel menyebutnya Rising Lion, dan dari pihak Iran menyebutnya True Promise the Third,” kata Utut, Kamis (23/4/2026).

Ia juga menyinggung serangan Amerika Serikat yang disebutnya terjadi secara tiba-tiba dan memicu duka mendalam.

“Dan kemarin kita semua berduka di tanggal 28 Februari tiba-tiba US menyerang, kita sangat berduka, pemimpin besar Iran, Ali Khamenei wafat beserta para scientist yang ada di Iran,” ujarnya.

Menurut Utut, konflik tersebut juga berkaitan erat dengan perkembangan teknologi militer Iran, khususnya dalam pengayaan uranium dan rudal balistik.

“...yang kekuatannya dari tahun ke tahun makin jauh, dari 1.000 bahkan sekarang konon kabarnya sudah sampai 4.500 kilometer,” lanjutnya.

Di sisi lain, ia menyoroti langkah diplomasi Presiden RI, Prabowo Subianto yang dinilai tengah memainkan posisi Indonesia di panggung global.

Namun, ia mengingatkan adanya konsekuensi dari pilihan strategis tersebut, termasuk keanggotaan Indonesia di BRICS.

“Ketika kita memahami itu diterima penuh, kita paham dunia ini kalau memilih satu pihak akan menjadi di pihak lain biasanya kita menjadi lawan,” tegas Utut.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tujuan utama Indonesia bergabung dengan BRICS adalah untuk memperluas pasar ekonomi, bukan terlibat dalam konflik geopolitik.

“Bahwa kita masuk BRICS semata-mata untuk memperluas pasar ekonomi kita, untuk perkembangan, untuk growth,” jelasnya.

Utut juga membeberkan bahwa Komisi I DPR menerima berbagai delegasi parlemen dunia yang mempertanyakan langkah Indonesia tersebut, mulai dari Amerika Serikat hingga negara-negara Eropa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dosen UNISA Yogya Tulis Tafsir Risalah Perempuan dalam 700 Halaman
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Israel Pasang Spanduk Propaganda di Rumah Sakit Indonesia, Kemlu: Menghina Fasilitas Kemanusiaan
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Menteri Angkatan Laut AS John Phelan Dipecat di Tengah Blokade Laut Iran
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Lirik dan Makna Lagu Veronika Om Strom, Musik Timur yang Viral di Tiktok
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bangun Citra Positif, Kapolda Riau Dorong Personel Lebih Peka dan Adaptif
• 22 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.