Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Pemerintah Gandeng BTN-KAI Percepat Pasokan Perumahan
Pemerintah Indonesia tengah mengakselerasi penyediaan hunian layak di kawasan perkotaan melalui sinergi strategis antar-instansi negara dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Hal ini menjadi poin utama dalam pertemuan antara Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, bersama jajaran petinggi sektor perbankan dan transportasi nasional.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta tersebut, Seskab menerima Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Nixon Napitupulu, serta Direktur Utama Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin.
Diskusi ini merupakan tindak lanjut langsung dari mandat Presiden Prabowo Subianto untuk menekan angka kekurangan hunian (backlog) melalui pemanfaatan lahan strategis.
Transformasi Lahan Transportasi Menjadi Hunian
Kolaborasi ini adalah pengembangan konsep Transit Oriented Development (TOD) atau kawasan berbasis transit.
Salah satu proyek mercusuar yang tengah berjalan adalah pembangunan 5.000 unit rumah susun di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.
Proyek ini memanfaatkan lahan milik KAI untuk membangun hunian vertikal dengan tipe luas 45 dan 54 meter persegi.
Strategis ini guna mendekatkan masyarakat dengan akses transportasi publik, sekaligus mengurai kepadatan di pusat kota.
Skema Pembiayaan dan Target Agresif
Guna memastikan hunian tersebut tepat sasaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah mengandalkan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, menjelaskan bahwa komitmen pembangunan rumah mengalami tren peningkatan yang signifikan.
Merujuk pada data tahun 2025, BTN telah memfasilitasi pembangunan sekitar 200.000 unit rumah melalui skema subsidi KPR/FLPP, serta 40.000 unit melalui jalur non-subsidi.
"Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, volume pembangunan pada tahun 2026 ini akan terus ditingkatkan guna memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat," ujar Nixon dalam keterangan resminya yang dikutip dari unggahan akun Instagram @sekretariat.kabinet.
Modernisasi Infrastruktur Kereta Api
Selain isu perumahan, pertemuan tersebut juga menyentuh aspek krusial dalam layanan publik transportasi. Pemerintah tengah mengevaluasi progres perancangan ulang (redesign) Stasiun Gambir untuk meningkatkan kenyamanan penumpang di titik nol Jakarta.
Peningkatan kualitas layanan logistik kereta api di seluruh Indonesia turut menjadi agenda prioritas.
Pengembangan stasiun bukan lagi sekadar tempat pemberhentian kereta, melainkan diproyeksikan menjadi simpul ekonomi baru yang terintegrasi, yang mampu menyokong efisiensi distribusi barang dan mobilitas masyarakat secara nasional.
Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintahan saat ini dalam membangun infrastruktur berkelanjutan yang menggabungkan kebutuhan dasar tempat tinggal dengan efisiensi sistem transportasi modern.
Editor: Redaksi TVRINews





