FAJAR, SAN DIEGO – Selama ini, ilmuwan seperti sedang melihat peta laut dalam kondisi “buram”. Namun, berkat teknologi kecerdasan buatan (AI), misteri pergerakan arus laut yang sangat cepat dan kecil kini bisa dipantau secara langsung. Penemuan ini diprediksi akan mengubah cara kita memahami iklim dan menyelamatkan ekosistem laut.
Kabar mengejutkan datang dari dunia sains. Teknologi AI terbaru kini mampu mengubah satelit cuaca biasa menjadi pelacak arus laut yang super canggih. Melansir Sciencedaily, teknik ini berhasil mengungkap “gerakan rahasia” di bawah permukaan laut yang selama ini mustahil terlihat oleh mata manusia maupun teknologi lama.
Penelitian yang dipimpin oleh University of California – San Diego ini memperkenalkan metode bernama GOFLOW (Geostationary Ocean Flow). Lewat metode ini, ilmuwan bisa memetakan arus laut secara detail hanya dengan memantau perubahan suhu air melalui satelit yang sudah ada di orbit bumi.
Mengapa Arus Laut Sangat Penting?
Jawabannya sederhana: Arus laut adalah “jantung” planet kita.
- Pengatur Suhu: Arus mengalirkan panas ke seluruh dunia agar suhu bumi tetap stabil.
- Penyerap Karbon: Laut membantu menyerap gas CO2 agar bumi tidak makin panas.
- Penyebar Nutrisi: Tanpa arus, nutrisi bagi ikan dan makhluk laut tidak akan tersebar, yang bisa berujung pada matinya ekosistem.
- Keamanan: Arus sangat krusial untuk operasi pencarian dan pertolongan (SAR) serta melacak tumpahan minyak di laut.
Cara Kerja AI GOFLOW: Seperti Time-Lapse Raksasa
Dulu, ilmuwan harus menunggu 10 hari sekali untuk mendapatkan data arus laut dari satelit. Sekarang, dengan AI GOFLOW, data bisa didapat setiap jam! Luc Lenain dari Scripps Institution of Oceanography menjelaskan bahwa terobosan ini bermula dari pengamatan satelit cuaca GOES-East. Satelit ini memotret suhu permukaan laut setiap lima menit.
“Terobosannya adalah mempelajari cara mengubah rekaman time-lapse tersebut menjadi peta arus per jam dengan melacak bagaimana pola suhu tersebut melengkung, merenggang, dan bergerak dari satu jam ke jam berikutnya,” jelas Lenain.
Hemat Biaya dan Tanpa Satelit Baru
PENYERAP KARBON. Arus laut yang berperan penting dalam sirkulasi panas bumi dan penyimpanan karbon.Hebatnya lagi, teknologi ini tidak butuh biaya triliunan untuk meluncurkan satelit baru. GOFLOW memanfaatkan satelit cuaca yang sudah mengorbit bumi saat ini.
Meski masih ada kendala jika tertutup awan mendung, tim peneliti sedang mengembangkan cara agar data tetap bisa diambil secara konsisten di seluruh dunia. Data dan kode sistem ini pun dibagikan secara gratis kepada para ilmuwan di seluruh dunia untuk dikembangkan lebih lanjut.
Kesimpulan
Dengan mata baru bernama AI ini, manusia selangkah lebih maju dalam memprediksi perubahan iklim dan menjaga kelestarian laut. Penemuan ini bukan sekadar angka di laboratorium, tapi kunci masa depan bagi anak cucu kita agar tetap bisa menikmati kekayaan laut yang sehat. (*Nin)





