Rugi Bersih Waskita Karya (WSKT) Menyusut jadi Rp679,04 Miliar Kuartal I/2026

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten konstruksi pelat merah PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) mencatat penyusutan rugi bersih secara signifikan sepanjang kuartal I/2026, seiring lonjakan pendapatan dan efisiensi operasional.

Berdasarkan Laporan Keuangan per 31 Maret 2025, WSKT membukukan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp679,04 miliar atau turun 45,46% secara tahunan (year on year/YoY) dari kerugian Rp1,24 triliun pada kuartal I/2025.

Penurunan kerugian itu sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha perseroan yang melonjak 54,86% YoY, dari Rp1,35 triliun menjadi Rp2,09 triliun. 

Meskipun beban pokok pendapatan ikut naik 74,9% YoY menjadi Rp1,92 triliun, perseroan masih mampu mencatatkan laba kotor sebesar Rp175,06 miliar, atau turun 31,43% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp255,29 miliar.

Sementara itu, beban keuangan WSKT mencapai Rp895,27 miliar atau turun tipis dari kuartal I/2025 yang sebesar Rp901,74 miliar. Selain itu, perseroan juga mencatatkan rugi bersih dari entitas asosiasi dan ventura bersama senilai Rp126,01 miliar.

Dari sisi bottom line, kerugian yang menyusut membuat rugi per saham dasar ikut turun menjadi Rp23,54 per lembar saham dari sebelumnya Rp43,26 per saham.

Baca Juga

  • Waskita Karya (WSKT) Amankan Kontrak Baru Rp12,52 Triliun Sepanjang 2025
  • Kalaidoskop 2025: Deretan Aksi Divestasi Emiten, dari RAJA hingga Waskita (WSKT)
  • Waskita Karya (WSKT) Beberkan Progres Restrukturisasi

Adapun kas dan setara kas perusahaan hingga akhir Maret 2026 mencapai Rp3,05 triliun, tumbuh 4,17% dari periode sama tahun sebelumnya yakni Rp2,93 triliun.

Total aset WSKT per kuartal I/2026 tercatat mencapai Rp68,89 triliun atau menurun 2,6% year to date (YtD). Perinciannya, liabilitas terkoreksi 1,66% YtD menjadi Rp65,94 triliun, sedangkan ekuitas merosot 19,88% ke level Rp2,94 triliun.

Amankan Kontrak Baru Rp12,52 Triliun Sepanjang 2025

Waskita Karya (WSKT) berhasil membukukan Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar Rp12,52 triliun, melonjak dari perolehan 2024 yakni Rp9,55 triliun.

Pencapaian kontrak baru tersebut didominasi oleh proyek-proyek pemerintah, mulai dari jaringan irigasi, Sekolah Rakyat (SR), hingga pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Fokus pada proyek pemerintah ini sejalan dengan strategi perseroan untuk lebih selektif dalam memilih skema pembayaran.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menjelaskan bahwa perseroan kini menerapkan kebijakan ketat melalui Komite Manajemen Konstruksi untuk memastikan proyek yang dikelola memiliki skema monthly payment atau pembayaran bulanan dan menghindari proyek turnkey.

“Melalui Komite Manajemen Konstruksi, perseroan memastikan proyek yang akan dikelola tidak membebani dari segi keuangan dan rendah risiko,” tutur Ermy dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026). 

Sementara itu, sampai dengan 31 Desember 2025, emiten konstruksi pelat merah ini mengelola 63 proyek dengan total nilai kontrak Rp31,7 triliun.

_____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hari Bumi, Bank Mandiri Rilis Sertifikat Emisi di Livin’ Planet
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Salju Tiba-Tiba Turun di Banyak Wilayah Shaanxi, Tiongkok,  Petani Menangis: “Tak Ada Jalan Hidup Lagi”
• 1 jam laluerabaru.net
thumb
Sumut minta Kemenaker evaluasi perusahaan alih daya bermasalah
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Bupati Syaharuddin Beri Pesan Motivatif Menjadi Pemimpin kepada Ratusan Siswa di Sidrap
• 26 menit laluterkini.id
thumb
4 Kategori Ajang Kemendagri Apresiasi Pemda Berprestasi, Apa Saja?
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.