Salju Tiba-Tiba Turun di Banyak Wilayah Shaanxi, Tiongkok,  Petani Menangis: “Tak Ada Jalan Hidup Lagi”

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

Sekitar dua minggu menjelang musim Lixia (awal musim panas, 5 Mei), beberapa wilayah di Provinsi Shaanxi seperti Baoji, Tongchuan, dan Xianyang tiba-tiba diguyur salju lebat. Para petani buah setempat mengeluhkan kerugian besar: “Tidak ada jalan hidup lagi.”

EtIndonesia. Pada 21 April pagi waktu Beijing, banyak daerah di Shaanxi mengalami hujan salju tebal. Kabupaten Xunyi, Changwu, serta Kota Binzhou di wilayah utara Xianyang mengalami penumpukan salju yang cukup signifikan.

Video yang diambil warga setempat menunjukkan beberapa wilayah tertutup lapisan salju tebal, membuat pemandangan berubah menjadi putih seperti musim dingin dalam semalam. Ada warga yang mengatakan, “Kemarin masih pakai kaus lengan pendek, hari ini sudah pakai jaket tebal.”

Sejumlah petani buah juga mengunggah video, mengatakan bahwa pohon apel baru saja berbunga, namun setelah hujan salju, bunga-bunga tersebut tidak bisa bertahan. Mereka khawatir panen apel tahun ini “gagal total”. Seorang petani perempuan bahkan terlihat berlutut dan bersujud ke langit, memohon agar salju tidak turun lagi, jika tidak para petani “tidak punya jalan hidup”.

陕西倒春寒并普降大雪,农民惨了!4月21日,陕西咸阳、宝鸡、铜川、延安等地突降4月春雪,且伴随寒潮。此次倒春寒天气使气温大幅下跌,部分地区降温显著,对处于花期的苹果等农作物造成冻害风险。 pic.twitter.com/5YKsIVvxJJ

— 希望之聲 – 中國時局 (@SoundOfHope_SOH) April 21, 2026

April merupakan periode penting bagi pembungaan pohon buah dan pertumbuhan tanaman, di mana daya tahan terhadap dingin masih lemah. Salju atau embun beku pada masa ini dapat dengan mudah merusak kuncup bunga dan bibit muda. Jika terjadi pembekuan saat masa berbunga, tingkat keberhasilan berbuah pada tanaman seperti apel dan pir akan menurun drastis. Salju  April berpotensi menyebabkan penurunan signifikan pada hasil panen pangan dan tanaman ekonomi.

Badan Meteorologi Kota Xianyang pada 21 April pukul 10:13 mengeluarkan peringatan kuning untuk jalan licin akibat es. Diperkirakan dalam 24 jam ke depan, kondisi pembekuan jalan dapat memengaruhi lalu lintas, khususnya di wilayah Binzhou, Xunyi, Changwu, bagian utara Yongshou, bagian utara Chunhua, dan bagian utara Liquan.

Sementara itu, stasiun meteorologi Kota Binzhou juga mengeluarkan peringatan serupa pada pukul 08:47, menyatakan bahwa dalam 12 jam ke depan beberapa wilayah seperti Taiyu, Shuikou, Hanjia, dan Chengguan berpotensi mengalami pembekuan jalan. Selain itu, peringatan embun beku tingkat biru juga diberlakukan, dengan suhu minimum diperkirakan turun di bawah 0°C pada malam hari hingga dini hari berikutnya.

Di saat yang sama, kota Xi’an yang pekan lalu sempat mengalami suhu hingga 30°C kini diguyur hujan, dengan suhu turun drastis ke sekitar 10°C. (Hui)

Dilaporkan oleh Chen Zhenjin/Disunting oleh Lin Qing – NTD


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 5,5% di Awal 2026, Konsumsi dan Belanja Negara Jadi Penopang
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Kloter Pertama Jamaah Haji Lampung Berangkat 25 April
• 22 menit lalurepublika.co.id
thumb
Polisi Kirim SPDP ke Kejari Maluku Tenggara, Tanda Dimulaikan Penyidikan Kasus Pembunuhan Nus Kei
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Imunostimulasi dan Vaksinasi Bantu Tingkatkan Daya Tahan Ikan dan Udang
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Penjaringan Data Guru Belum Bersertifikat Pendidik 2026: Jadwal dan Tahapan
• 5 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.