JAKARTA, DISWAY.ID -- Menjadi pemimpin di wilayah administrasi Jakarta Barat yang padat dan kompleks bukan perkara mudah. Perlu ketegasan dan kelembutan untuk mengelola kota yang heterogen (beragam) tersebut.
Hal ini yang dilakukan oleh Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah. Di balik karakter kepemimpinannya itu, Iin mengungkapkan memiliki dua panutan dalam mengepalai sebuah kota.
Sosok yang pertama merupakan seniornya di Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yakni Sylviana Murni. Iin menilai, sebagai Wali Kota pertama wanita di wilayah administrasi Jakarta, Sylviana Murni mampu mengedepankan pendekatan persuasif meski berada di tengah lingkungan yang keras.
BACA JUGA:Edukasi 'Zen on Wheels', Tenang Berkendara ala Kartini Masa Kini
Tak ayal, Sylviana yang memiliki kecerdasan dan sisi humanis, menjadi mercusuar bagi diri Iin sejak masih merintis karier sebagai lurah.
"Saya mengenal sosok beliau sudah menjadi wali kota. Saat itu tentu buat saya adalah contoh baik bagi seorang perempuan ternyata bisa menjadi kepala wilayah di DKI Jakarta," ujar Iin saat ditemui di kantornya pada Rabu, 22 April 2026.
Sosok kedua yang menjadi inspirasi bagi Iin ialah mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Dari Risma, Iin belajar tentang keberanian untuk turun langsung ke lapangan (blusukan) dalam menyelesaikan persoalan.
Cara Risma memahami persoalan secara detail dan mengeksekusi solusi dengan tepat menjadi nilai inspiratif baginya. "Jadi memang paduan-paduan yang itu membuat di benak saya menginspirasi banyak nilai," ujarnya.
Namun pondasi utama bagi Iin dalam membentuk karakter hingga mampu menggapai karier yang cemerlang berasal dari sang ibu. Baginya, sosok ibu adalah pendidik pertama yang mengajarkan jika perempuan harus berilmu serta memiliki jati diri kuat agar dapat bersaing dengan pria.
BACA JUGA:Semarak Kartini, FIFGROUP Hadirkan Aktivasi Seru di MRT Blok M untuk Perempuan
"Sosok ibu saya melahirkan sosok perempuan yang harus memiliki kelembutan tetapi dia juga tegas. Artinya bisa menentukan sikap, tapi tetap menjaga diri. Beliau tidak pernah menggunakan kekerasan dalam mengedukasi," ujar Iin.
Tegakan Aturan secara Humanis
Bagi Iin Mutmainah, memimpin bukan hanya sekadar menurunkan keputusan dan kebijakan.-Foto: Cahyono/Disway.id-
Selama mengepalai Jakarta Barat sejak 17 Desember 2025, Iin mengadopsi gaya kepemimpinan yang humanis namun tetap berpegang pada aturan dalam menangani isu-isu sensitif.
Salah satunya saat menangani persoalan penyerobotan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kecamatan Kalideres. Alih-alih menggunakan cara represif, Iin memilih pendekatan persuasif dalam mengembalikan fingsi lahan makam yang telah bertahun-tahun ditinggali warga.
Secara perlahan Iin memberikan pemahaman kepada warga TPU. Setelah dimengerti, Iin mengupayakan tempat tinggal senyaman mungkin bagi mereka.
- 1
- 2
- »





