JAKARTA, KOMPAS.com - TNI Angkatan Darat (AD) mengungkapkan hingga saat ini telah terbentuk sekitar 30 Brigade Teritorial Pembangunan (BTP) dan 155 Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP).
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, pembentukan satuan tersebut dilakukan secara bertahap sesuai rencana yang telah ditetapkan.
“Jadi, kami sampaikan bahwa hingga saat ini, jumlah satuan yang sudah tergelar adalah sekitar 30 Brigade Teritorial Pembangunan (BTP) dan 155 Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP),” ungkap Donny, saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).
Baca juga: Kepala BGN Meluruskan, 19.000 Sapi Bukan Kebutuhan Harian MBG, tapi Hanya Pengandaian
Donny menyampaikan, ke depan, pembangunan kekuatan ini menjadi bagian dari desain besar penguatan satuan di tingkat kabupaten/kota.
TNI AD menargetkan pembentukan sekitar 750 satuan, yang terdiri dari 593 Yon TP serta 157 satuan bantuan tempur dan bantuan administrasi.
“Seluruhnya akan dilaksanakan secara bertahap, terukur, dan berbasis kebutuhan wilayah, sesuai perencanaan Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan,” tegas dia.
Untuk memenuhi target tersebut, satuan kewilayahan TNI AD saat ini tengah menyiapkan lahan dan sarana pendukung pembangunan Yon TP.
Langkah ini dilakukan agar proses pengembangan dapat berjalan lebih optimal.
TNI AD menilai, keberadaan Yon TP yang telah terbentuk sejauh ini memberi kontribusi signifikan, terutama dalam mendukung pemerintah daerah.
Baca juga: Di Penutupan Sidang DPR, Puan Berduka atas Gugurnya Prajurit TNI dan Wanti-wanti Dampak Konflik Global
“Contoh nyatanya dapat kita lihat sendiri pada penanganan bencana di wilayah Sumatera beberapa waktu lalu, di mana kehadiran satuan-satuan ini secara signifikan mempercepat respons di lapangan,” ujar dia.
“Baik untuk evakuasi maupun membantu pemulihan infrastruktur dan wilayah demi menormalisasi kembali kehidupan masyarakat terdampak bencana,” tambah Donny.
Selain itu, Yon TP dinilai juga berperan dalam mendukung ketahanan pangan.
“Mereka (prajurit Yon TP) menjadi pionir yang menggerakkan masyarakat untuk mengolah lahan-lahan ketahanan pangan di daerah,” pungkas dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




