Kronologi Paman Bakar Keponakan di Semarang Gegara Tak Mau Mandi, Korban Teriak Histeris hingga Bikin Warga Syok

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Seorang siswi kelas 2 SMP, berinisial T (15) diduga dibakar oleh pamannya sendiri di Semarang lantaran tak mau mandi. Insiden itu sempat membuat warga syok dan ikut panik.

Adapun peristiwa itu terjadi kawasan Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara, pada Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 18.30.

Peristiwa itu dipicu oleh penolakan korban saat diminta oleh pamannya untuk mandi. Beruntung, korban dalam kondisi selamat dan tidak terluka parah.

Lantas bagaimana kronologi paman bakar keponakan di Semarang gegara tak mau mandi? Simak penjelasannya.

Kronologi Paman Bakar Keponakan di Semarang

Seorang remaja perempuan berusia 15 tahun menjadi korban dugaan pembakaran oleh pamannya sendiri. Hal itu dikonfirmasi oleh Kapolsek Semarang Utara, Kompol Heri Sumiarso.

Melansir TribunJateng.com, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (18/4/2026), sekitar pukul 18.30 WIB di kawasan Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas. Awalnya, korban berinisial T tengah duduk di depan rumah.

Saat itu, pelaku yang merupakan paman korban meminta T untuk mandi. Namun, permintaan itu ditolak T hingga membuat pelaku melakukan tindakan tak terduga.

Ya, polisi menyebut pelaku nekat mengambil botol berisi bensin lalu disiramkan ke arah korban. Setelah itu, ia menyalakan api menggunakan korek api hingga tubuh korban terbakar.

“Korban tidak mau, kemudian pelaku mengambil botol berisi cairan yang diduga bensin, disiramkan ke korban, lalu disulut dengan korek api,” kata Kompol Heri, Selasa (21/4/2026).

 Korban pun langsung teriak histeris hingga membuat warga syok tak karuan. Para warga lantas datang ke rumah korban untuk memadamkan api.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Pantiwilasa untuk penanganan darurat. Beruntung, korban dalam kondisi selamat meski mengalami luka bakar.

Polisi mencatat terdapat luka bakar di bagian punggung samping hingga area pantat, serta lengan tangan korban. Kini, korban telah kembali ke rumah setelah menjalani perawatan medis.

“Tidak terlalu parah, tapi tetap ada luka bakar di beberapa bagian tubuh,” jelas Kapolsek.

Dari hasil penelusuran polisi, korban diketahui tinggal di kawasan Tambaklorok bersama orangtuanya, namun saat kejadian sedang berada di rumah pamannya di wilayah Bandarharjo.

Peristiwa itu sempat tidak langsung terlaporkan secara resmi. Polisi justru mengetahui kejadian itu dari fasilitas kesehatan yang menerima korban dengan luka bakar pada Senin pagi (20/4/2026). Artinya, ada jeda waktu hampir dua hari sejak kejadian hingga aparat benar-benar mengetahui dugaan tindak pidana tersebut.

Pelaku Melarikan Diri

Hingga kini, pelaku berinisial S (32) masih dalam pencarian. Polisi pun mengaku menemui hambatan saat menggali informasi mengenai pelaku.

Pasalnya, korban dan keluarganya disebut masih ragu untuk memberikan pernyataan terbuka. Bahkan, hingga saat ini laporan resmi dari pihak keluarga belum sepenuhnya lengkap, meskipun polisi sudah menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Pelaku masih kita cari. Motif juga masih dalam pendalaman. Terdapat rasa takut. Ini kan pamannya sendiri, jadi ketika dimintai keterangan masih ragu-ragu,” ujarnya.

Demikianlah kronologi paman bakar keponakan di Semarang gegara tak mau mandi. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Putuskan Lepas Hijab, Zeda Salim Akui Mendapat Tanda Usai Shalat Istikharah
• 19 jam lalucumicumi.com
thumb
Modus Curang Peserta UTBK di UM: Pakai Joki, Palsukan Foto dan Dokumen
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas UBS & Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini Kamis 23 April 2026
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Said Abdullah Minta Ketua DPRD Surabaya Baru Jaga Amanah-Sinergi Lembaga
• 17 jam laludetik.com
thumb
Salatiga Pimpin Indeks Kota Toleran 2025, Tegal & Ambon Catatkan Progres Signifikan
• 16 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.