Jakarta, tvonenews.com- Gubernur Dedi Mulyadi menindak tegas kasus bully di SMAN 1 Purwakarta waktu lalu. Ada sejumlah siswa yang acungkan jari ke guru.
Video siswa yang mengacungkan jari tengah kepada guru Bu Atun tersebut viral di media sosial (Medsos). Kang Dedi Mulyadi pun menyayangkan perilaku mereka.
- dok.kolase tvonenews.com
Melihat kasus viral ini, KDM pun memutuskan akan mengirim para siswa yang neg-bully guru ke Barak militer.
Bukan tanpa alasan, kata Bapa Aing itu siswa yang berjumlah sembilan akan mendapatkan bimbingan di Sekolah dan Barak militer.
"Mereka juga sudah mendapatkan arahan, ini bukan sebagai hukuman. Namun juga ada bimbingan yang (diterima siswa), dengan mengirim ke barak ya untuk medapatkan bimbingan," katanya, dikutip dari Instagramnya, Kamis (23/4).
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat itu juga mengatakan kalau sanksi yang diberikan sekolah belum tepat.
- youtube dedi mulyadi official
Lewat video yang ia unggah di Instagram pribadinya. Kang Dedi Mulyadi menyarankan sanksi diberikan berupa kegiatan di dalam sekolah atau tidak lepas dari ranah pendidikan.
Utamanya, ia menekankan para siswa tetap bisa mengikuti kegiatan belajar (KBM) di Sekolah.
"Saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut. Kronologisnya saya sudah mendengarkan paparan dari Kepala Dinas Pendidikan," katanya dikutip dari akun instagramnya, Minggu (19/4).
Dengan dua hukuman, seperti membersihkan toilet dan bersihkan halaman sekolah yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Mulai dari sebulan sampai berbulan-bulan juga dipantau perkembangan anaknya.
"Ini saya memberikan saran, anak itu tidak perlu diskorsing selama 19 hari. Mudah-mudahan sarannya bisa digunakan, tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari dan membersihkan toilet," pesan KDM.
"Waktunya bisa satu bulan, dua bulan, atau tiga bulan, tergantung perkembangan anak itu sendiri,” sambungnya.




