Pemerintah Target Porsi Investasi 30% PDB, Proyek Ini Jadi Andalan

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menyapa awak media dalam Open House di Jakarta, Sabtu (21/3/2026). (CNBC Indonesia/Robertus Andrianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia menargetkan untuk menjaga porsi investasi terhadap produk domestik bruto (PDB) di atas 30% sepanjang tahun ini, demi mengejar target pertumbuhan ekonomi 5,4% pada 2026.

"Target kita investasi itu 30% atau lebih dari PDB," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers realisasi investasi kuartal I-2026, Kamis (23/4/2026).

Meski begitu, sebetulnya sejak kuartal IV-2024 maupun kuartal IV-2025, porsi investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) terhadap pertumbuhan PDB sudah sedikit di atas 30%. Hanya saja, memang pada kuartal I-2025 porsinya sempat turun sedikit sebesar 28,03%.


Baca: Investor Asing Tanam Duit Rp 250 T di RI Sepanjang Q1, Ini Proyeknya!

Pemerintah menganggap, untuk menjaga besaran porsi investasi terhadap PDB itu, telah banyak instrumen pendukung yang tercipta, salah satunya ialah dengan keberadaan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Selain itu, sepanjang kuartal I-2026, pertumbuhan investasi asing atau PMS juga masih terjadi sebesar 8,5% dengan nilai Rp 250 triliun, sedangkan investasi dalam negeri atau PMDN tumbuh 6% secara tahunan menjadi Rp 248,8 triliun.

"Pemerintah optimis target itu bisa dicapai. Apalagi World Bank dan IMF mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,2% minimal. Jadi sejalan dengan target pemerintah 5,4%," tegasnya.

Airlangga mengatakan, dengan semakin besarnya bobot PMTB dalam perhitungan PDB, pemerintah juga telah memiliki target proyek yang akan dijadikan andalan untuk mendorong derasnya investasi lansgung di dalam negeri.

Baca: Investasi Kuartal I-2026 Masuk Rp 498,8 T, Serap 706.569 Tenaga Kerja

Proyek yang akan didorong untuk diinvestasikan oleh para investor ialah diversifikasi sektor energi baru dan terbarukan. Terutama karena perang di Timur Tengah kini telah mengganggu pasokan energi konvensional, seperti minyak mentah.

"Jadi paling cepat EBT berbasis solar panel, di mana target 100 gigawatt menjadi salah satu andalan pertumbuhan. Karena yang 100 gigawatt produksi dalam negeri tercapai 5,93 gigawatt dan tahap pertamanya itu adalah di 3T yaitu sekitar 13,5 gigawatt," kata Airlangga.

'Jadi itu adalah pengungkit investasi on top daripada yang sekarnag diinvestasikan baik dari dalam dan luar negeri," tegasnya.


(arj/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Rosan: Proyeksi Realisasi Investasi Q1 2026 Tembus Rp 497 Triliun

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Infografis Rangkaian Ibadah Haji 2026
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Pengajian Rutin Jumat di BRI Region 6 Berlangsung Khidmat dan Penuh Kehangatan
• 15 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Pemerintah Target Keputusan Pembangunan Pembangkit Nuklir pada 2027
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Gencatan Senjata di Ujung Waktu, Qatar-Pakistan Minta Iran-AS Hentikan Saling Serang
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Fakta Pembunuhan Wanita di Serpong Terkuak saat Rekonstruksi, Gelap Mata Haus Harta Korban
• 17 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.