Jakarta: Pemerintah Indonesia mengapresiasi Pemerintah Arab Saudi atas penerapan layanan fast track atau Makkah Route yang dinilai mampu mempercepat proses kedatangan calon jemaah haji di Tanah Suci. Layanan ini dinilai efektif memangkas antrean panjang di bandara sekaligus mempermudah proses keimigrasian.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad, menyatakan bahwa fasilitas tersebut sangat membantu kelancaran kedatangan calon jemaah haji Indonesia.
Saat ini, layanan fast track baru dapat dinikmati oleh sebagian jemaah. Namun ke depan, pemerintah berharap seluruh jemaah haji Indonesia dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.
Baca Juga :
Selain itu, distribusi kartu Nusuk sejak dari Tanah Air juga dinilai memberikan kemudahan akses layanan selama jemaah berada di Arab Saudi. Kartu ini berfungsi sebagai identitas sekaligus akses ke berbagai layanan ibadah haji.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di daerah kerja bandara juga dinilai sigap dalam menangani proses kedatangan jemaah. Setibanya di Madinah, jemaah langsung diarahkan menuju hotel untuk menjalani masa tinggal sekitar sembilan hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.
Pemerintah juga memastikan bahwa akomodasi jemaah telah disiapkan secara optimal. Setiap kelompok terbang (kloter) ditempatkan dalam satu hotel guna memudahkan koordinasi dan pelayanan selama di Tanah Suci.
Dalam keterangannya, Abdul Aziz Ahmad menyampaikan apresiasi secara langsung kepada Pemerintah Arab Saudi serta para petugas haji yang terlibat. Dirinya berharap, seluruh jemaah bisa mendapatkan layanan serupa ke depannya.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Saudi yang telah memungkinkan proses keimigrasian berjalan cepat melalui fast track atau Makkah Route. Harapannya ke depan seluruh jemaah bisa mendapatkan layanan ini. Apalagi kartu Nusuk sudah dibagikan sejak di Tanah Air sehingga memudahkan jemaah dalam beribadah,” ujar Abdul.
Ia juga mengapresiasi kesiapan petugas di lapangan yang dinilai sigap dalam memastikan kelancaran proses kedatangan jemaah.
“Kami juga berterima kasih kepada para petugas, baik di daerah kerja bandara maupun KJRI, atas kesigapan mereka sehingga seluruh proses berjalan lancar. Pelayanan akan terus diberikan sejak jemaah tiba di hotel hingga selama masa tinggal di Madinah,” katanya.




