Pemerintah Bidik Pangkas 33.000 Ton Sampah per Hari dari PSEL

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah mempercepat pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi strategis untuk mengatasi krisis sampah nasional sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

Kepala Kantor Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan, saat ini timbulan sampah di Indonesia telah mencapai sekitar 140.000 ton per hari, sementara kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan pengolahan berbasis reduce-reuse-recycle (3R) masih terbatas.

Melalui penerapan teknologi termal seperti insinerasi, PSEL diharapkan mampu mengurangi volume sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan energi listrik.

“PSEL ditargetkan dapat mengurangi timbulan sampah sekitar 33.000 ton per hari (pada 2029) atau setara 22,48% dari total timbulan sampah nasional,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Program ini difokuskan pada wilayah perkotaan dengan timbulan sampah di atas 1.000 ton per hari. Selain mengurangi beban sampah, keberadaan PSEL juga dinilai dapat berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, terutama di sekitar TPA, dengan menurunkan risiko berbagai penyakit.

“Dalam jangka panjang, keberadaan PSEL diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, serta memperkuat peran daerah dalam mendukung transisi menuju ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan dan rendah karbon,” kata Qodari.

Baca Juga

  • Pemerintah Keluarkan Perpres Pembangunan PSEL, Permudah Investasi, Proyek Energi Sampah Dikebut
  • Akselerasi Proyek PSEL, Benowo Jadi Model Pengolahan Sampah Jadi Energi
  • Pemerintah Tetapkan 20 Wilayah Aglomerasi Prioritas untuk PSEL, Bakal Didanai Danantara

Dari sisi energi, PSEL juga memiliki potensi besar. Untuk fasilitas dengan kapasitas pengolahan 1.000 ton sampah per hari, listrik yang dihasilkan diperkirakan mencapai rata-rata 25 megawatt (MW).

Selain itu, proyek ini turut membuka peluang ekonomi melalui investasi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi. Transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi nilai tambah dari pengembangan PSEL.

Pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 30 lokasi atau aglomerasi yang mencakup 61 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Total kapasitas pengolahan ditargetkan mencapai 33.000 ton sampah per hari.

Pada tahap awal, pembangunan akan dimulai melalui groundbreaking di lima wilayah, yakni Bekasi, Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar, serta Bandung pada Juni 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga LPG Non-Subsidi Meroket! Dedi Mulyadi Ajak Masyarakat Jabar Masak Pakai Kayu Bakar dan Biogas, Ini Alasannya
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Kepala BNPB Tinjau Progres Huntara untuk Warga Terdampak di Aceh Tamiang
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Khalid Basalamah Penuhi Panggilan KPK, Diperiksa Soal Kasus Korupsi Kuota Haji
• 2 jam laluokezone.com
thumb
KPK Panggil Ustadz Khalid Basalamah Terkait Penyidikan Kasus Kuota Haji
• 6 jam laluokezone.com
thumb
Lafal Talbiyah: Bacaan, Arti, dan Makna di Balik Panggilan Suci
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.