Militer Amerika Serikat dilaporkan telah mencegat setidaknya tiga kapal tanker minyak berbendera Iran di perairan Asia dan mengalihkan jalur mereka dari posisi mereka di dekat India, Malaysia dan Sri Lanka.
Demikian diungkapkan sumber-sumber perkapalan dan keamanan, seperti diberitakan kantor berita Reuters dan Al Arabiya, Kamis (23/4/2026).
Washington telah memberlakukan blokade terhadap perdagangan laut Iran, sementara Iran telah menembaki kapal-kapal untuk mencegah mereka berlayar melalui Selat Hormuz di pintu masuk Teluk Timur Tengah. Hampir dua bulan setelah AS dan Israel memulai perang mereka terhadap Iran, hanya ada sedikit tanda-tanda perundingan perdamaian akan dilanjutkan selama gencatan senjata yang tidak stabil.
Penutupan Selat Hormuz telah mengganggu pasokan seperlima dari pasokan minyak dan gas dunia, dan menyebabkan krisis energi global. Pasukan AS telah menyita sebuah kapal kargo Iran dan sebuah kapal tanker minyak dalam beberapa hari terakhir. Sementara Iran mengatakan telah menangkap dua kapal kontainer yang berusaha keluar dari Teluk melalui Selat Hormuz pada hari Rabu (22/4), setelah menembaki mereka dan kapal lainnya, penyitaan pertama mereka sejak perang dimulai.
Amerika Serikat telah mencegat dan mengalihkan setidaknya tiga kapal tanker minyak berbendera Iran dalam beberapa hari terakhir, menurut dua sumber perkapalan AS dan India serta dua sumber keamanan maritim Barat yang berbicara kepada Reuters pada hari Rabu (22/4).
Militer AS tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang pencegatan tersebut.
Salah satu kapal tersebut adalah kapal tanker super Deep Sea berbendera Iran, yang sebagian muatannya berisi minyak mentah dan terakhir terlihat di transponder pelacakan publiknya di lepas pantai Malaysia seminggu yang lalu, menurut sumber dan data pelacakan kapal di platform MarineTraffic.
(ita/ita)





