Washington (ANTARA) - Kebocoran bahan kimia yang terjadi di Catalyst Refiners, Inc. di Institute, West Virginia, Amerika Serikat pada Rabu (22/4) telah menewaskan dua orang dan melukai 21 lainnya, menurut Kanawha County.
"Saat ini, 21 orang di lokasi kejadian telah dievakuasi untuk mendapat perawatan medis dan dievaluasi. Salah satu di antaranya dalam kondisi kritis," kata county tersebut lewat unggahannya di X.
Pihaknya menambahkan bahwa lima karyawan Otoritas Ambulans Darurat Kanawha County juga sedang dilakukan evaluasi guna mencegah potensi paparan bahan kimia tersebut.
Kanawha County juga mengkonfirmasi dua orang tewas dalam peristiwa tersebut. Insiden kebocoran bahan kimia dilaporkan terjadi di fasilitas yang digunakan untuk memproduksi katalis perak pada pagi hari.
Laporan awal menunjukkan bahwa kegiatan operasional di situs tersebut dihentikan sambil dilakukan upaya pembersihan dan dekontaminasi sebelum kemudian ditutup.
Pada saat ini otoritas meyakini bahwa telah terjadi reaksi kimia yang menghasilkan hidrogen sulfida, menurut pernyataan tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Dugaan kebocoran gas di pabrik kertas Jepang, enam pekerja cedera
Baca juga: Kebakaran kontrakan di Pulogadung Jaktim diduga akibat kebocoran gas
Baca juga: Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi diduga dipicu kebocoran gas
"Saat ini, 21 orang di lokasi kejadian telah dievakuasi untuk mendapat perawatan medis dan dievaluasi. Salah satu di antaranya dalam kondisi kritis," kata county tersebut lewat unggahannya di X.
Pihaknya menambahkan bahwa lima karyawan Otoritas Ambulans Darurat Kanawha County juga sedang dilakukan evaluasi guna mencegah potensi paparan bahan kimia tersebut.
Kanawha County juga mengkonfirmasi dua orang tewas dalam peristiwa tersebut. Insiden kebocoran bahan kimia dilaporkan terjadi di fasilitas yang digunakan untuk memproduksi katalis perak pada pagi hari.
Laporan awal menunjukkan bahwa kegiatan operasional di situs tersebut dihentikan sambil dilakukan upaya pembersihan dan dekontaminasi sebelum kemudian ditutup.
Pada saat ini otoritas meyakini bahwa telah terjadi reaksi kimia yang menghasilkan hidrogen sulfida, menurut pernyataan tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Dugaan kebocoran gas di pabrik kertas Jepang, enam pekerja cedera
Baca juga: Kebakaran kontrakan di Pulogadung Jaktim diduga akibat kebocoran gas
Baca juga: Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi diduga dipicu kebocoran gas





