Viral sebuah video pembongkaran makam yang disebut-sebut sebagai makam wali di kawasan Pasar Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo, viral di media sosial dan memicu keresahan warga. Pembongkar makam berinisial SA mengaku tindakannya didasari wasiat dari almarhum ayahnya.
Ia menyebut lokasi tersebut bukan makam wali seperti yang ramai diperbincangkan.
"Saya mendapat pesan dari almarhum bapak sebelum meninggal, kalau nanti ini ramai dikunjungi, dibongkar saja. Karena ini bukan makam wali," ungkap SA, dilansir detikJatim, Kamis (23/4/2026).
Saat ini, pihak kelurahan berencana mengumpulkan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk membahas persoalan tersebut secara bersama-sama. Hasil pertemuan nantinya akan menjadi dasar penentuan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan pembangunan kembali makam.
Hingga kini, status makam di Pasar Sepanjang masih dalam tahap penelusuran. Pemerintah dan DPRD mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum hasil investigasi resmi diumumkan.
Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, Muh Zakaria Dimas Pratama, turun langsung ke lokasi untuk melakukan mediasi bersama pihak pembongkar, aparat kelurahan, kepolisian, TNI, serta tokoh masyarakat dan agama setempat.
"Ya, kita mediasi saja karena ini sudah viral di medsos. Banyak komentar dan tanya ke pemerintah terkait pembongkaran yang disebut sebagai makam wali," ujar Dimas kepada wartawan.
Dimas menegaskan, langkah awal yang dilakukan adalah meredam polemik di tengah masyarakat, bukan langsung menarik kesimpulan. Menurutnya, kepastian status makam masih memerlukan investigasi mendalam.
Simak selengkapnya di sini.
(yld/idh)





