Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Kamis siang (23/4) di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Berdasarkan data Bloomberg pukul 12.18 WIB, rupiah melemah 117 poin atau 0,68 persen ke level Rp 17.298 per dolar AS. Pada pukul 10.33 WIB, rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp 17.304.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengatakan tekanan terhadap rupiah dinilai tidak berdiri sendiri, melainkan sejalan dengan pelemahan mata uang di kawasan. Kondisi global, termasuk eskalasi konflik geopolitik dan sentimen pasar keuangan internasional, masih menjadi faktor utama yang membebani pergerakan rupiah.
“Tekanan terhadap rupiah hari ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional. Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year to date sebesar 3,54 persen,” kata Destry dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4).
Di tengah tekanan tersebut, Destry memastikan BI terus mengintensifkan langkah stabilisasi. Upaya ini dilakukan untuk menjaga daya tarik aset domestik, sekaligus meredam volatilitas di pasar keuangan.
“Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah," terang Destry.
"Langkah stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui intervensi di pasar offshore (NDF), pasar domestik (spot dan DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder. Cadangan devisa juga tetap kuat sebesar USD 148,2 miliar pada akhir Maret 2026,” tambahnya.
Cadangan devisa yang masih tinggi dinilai menjadi salah satu bantalan penting bagi stabilitas eksternal Indonesia. Selain itu, strategi intervensi di berbagai instrumen pasar menunjukkan pendekatan BI yang semakin terintegrasi dalam merespons gejolak global.
BI juga memastikan komitmennya untuk terus berada di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara terukur.
“Bank Indonesia senantiasa hadir di pasar dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” tegas Destry.




