Pada Selasa (21/4), menurut laporan sejumlah media AS, karena pihak Iran belum memberikan tanggapan atas syarat dari Amerika Serikat, Wakil Presiden J. D. Vance mengumumkan pembatalan perundingan dengan Iran. Tak lama kemudian, Presiden Donald Trump menyatakan perpanjangan masa gencatan senjata, sekaligus memerintahkan militer untuk tetap mempertahankan blokade dan siaga penuh. Saat ini, harga minyak dunia melonjak mendekati angka 100 dolar, dan dunia menyoroti pertarungan diplomatik “menit-menit terakhir” ini.
EtIndonesia. Pada Selasa (21/4), Gedung Putih menggelar rapat kebijakan untuk membahas situasi Iran. Pada sore hari, muncul kabar bahwa Vance membatalkan rencana keberangkatannya ke Pakistan untuk perundingan yang dijadwalkan malam itu, karena Iran tidak merespons posisi negosiasi terbaru dari AS.
Di saat yang sama, media semi-resmi yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran, Tasnim News Agency, melaporkan bahwa otoritas Iran memutuskan untuk tidak menghadiri perundingan AS-Iran yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu.
Pihak Iran menyatakan bahwa sebelum Amerika mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan menunjukkan prospek kesepakatan yang dapat diterima, Teheran tidak berniat ikut serta dalam negosiasi.
Dalam laporannya, Tasnim juga mengutip pernyataan keras dari Garda Revolusi yang menyebut Iran telah menyiapkan “kejutan” untuk Amerika.
Pengamat menilai hal ini menandakan bahwa putaran kedua perundingan AS-Iran resmi gagal. Dengan batas waktu gencatan senjata yang semakin dekat, perhatian dunia kini tertuju pada kemungkinan apakah AS akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran.
Namun, pada Selasa malam, situasi kembali berubah. Presiden Trump secara tiba-tiba mengumumkan perpanjangan gencatan senjata.
Ia menyatakan bahwa, mengingat adanya perpecahan serius di dalam pemerintahan Iran, serta atas permintaan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif, maka serangan militer terhadap Iran akan ditangguhkan hingga para pemimpin Iran mencapai kesepakatan internal dan dapat mengajukan proposal yang terpadu.
Trump mengumumkan bahwa masa gencatan senjata yang semula berakhir Rabu malam diperpanjang. Ia juga memerintahkan militer untuk tetap mempertahankan blokade dan kesiapan tempur.
Selain itu, Pentagon mengkonfirmasi bahwa pada Selasa pagi, militer AS mencegat sebuah kapal tanker minyak bernama “Tiffany” di kawasan Indo-Pasifik dan melakukan inspeksi. Kapal tersebut sebelumnya dikenai sanksi karena bekerja sama dengan Iran. Ini merupakan pertama kalinya militer AS melakukan tindakan semacam itu di luar kawasan Timur Tengah.
Reporter NTD Television, Yi Jing, melaporkan.





