MAUMERE, iNews.id - Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus pada Kamis (23/4/2026). Letusan berdampak terhadap aktivitas penerbangan Bandara Frans Seda Maumere yang terpaksa ditutup sementara .
Penutupan bandara dilakukan setelah abu vulkanis terdeteksi menyebar di ruang udara hingga landasan pacu. Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi bagi operasional pesawat yang keluar masuk wilayah tersebut.
Kebijakan ini merujuk pada Notam Nomor C0487/26 NOTAMN. Penutupan dilakukan karena abu vulkanis masih berada di wilayah udara Kabupaten Sikka. Dalam keterangannya disebutkan bandara Frans Seda ditutup karena dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki sampai dengan 24 April 2026 pukul 06.00 WITA.
Dampak dari penutupan Bandara Frans Seda Maumere dirasakan langsung oleh calon penumpang. Data pengelola bandara mencatat sedikitnya 122 penumpang terdampak akibat pembatalan jadwal penerbangan.
Baca Juga:Meski Memasuki Arus Balik, Pemudik Tetap Membeludak di Stasiun Pasar SenenSejumlah rute penerbangan pun terpaksa dihentikan sementara. Empat rute yang terdampak di antaranya IW1941 (Maumere-Makassar), IW1940 (Makassar-Maumere), IW1829 (Kupang-Maumere), dan IW1828 (Maumere-Kupang).
Kondisi ini membuat aktivitas transportasi udara di wilayah tersebut lumpuh sementara. Penumpang diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai terkait jadwal penerbangan.
Petugas BMKG Maumere Fazaki Samana menjelaskan, berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-Laki, erupsi terjadi pada Kamis pagi pukul 07.21 WITA. Gunung dengan ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut itu memuntahkan kolom abu setinggi 1.800 meter di atas puncak.
Kolom abu terpantau berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke barat daya. Aktivitas erupsi juga terekam melalui alat seismograf dengan amplitudo maksimum 22,2 mm dan durasi 103 detik.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22,2 mm dan durasi 103 detik," ujarnya.
Baca Juga:2 Prajurit Marinir Gugur di Maybrat, TNI Tingkatkan Keamanan dan IntelijenSeiring dengan meningkatnya aktivitas vulkanis, warga di sekitar wilayah terdampak diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Abu vulkanis yang menyebar di udara berpotensi mengganggu kesehatan. Masyarakat yang beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker guna mengantisipasi dampak abu vulkanik. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu.
#regional




