tvOnenews.com - Setelah resmi diberhentikan sebagai pelatih Timnas Indonesia pada awal 2025, nama Shin Tae-yong masih sering menjadi perbincangan publik.
Banyak pihak menilai ia meninggalkan warisan penting bagi perkembangan sepak bola nasional, baik dari sisi pencapaian maupun proses regenerasi pemain.
Selama menangani Timnas Indonesia, Shin Tae-yong dikenal berani melakukan “pemotongan generasi” dengan memberi ruang bagi pemain muda potensial.
- Instagram @shintaeyong7777
Dari langkah berani tersebut lahirlah nama-nama seperti Marselino Ferdinan, Asnawi Mangkualam, dan Pratama Arhan, yang kini menjadi tulang punggung tim di berbagai ajang internasional, termasuk Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Di bawah kepemimpinannya, Indonesia juga mencatat sejarah dengan lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023 untuk pertama kalinya.
Sementara itu, bersama Timnas U-23, ia berhasil membawa Garuda Muda menembus semifinal turnamen besar.
Namun, perjalanan Shin Tae-yong bersama Timnas Indonesia harus berakhir setelah posisinya digantikan oleh Patrick Kluivert pada Januari 2025.
Ia pun memilih kembali ke Korea Selatan. Meski demikian, Shin Tae-yong tetap aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk mengelola STY Foundation di Indonesia yang berfokus pada pengembangan sepak bola.
Di balik kiprahnya, Shin Tae-yong ternyata menyimpan sejumlah rencana strategis yang belum sempat direalisasikan, khususnya dalam menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Salah satu rencana tersebut adalah melakukan negosiasi langsung dengan klub-klub luar negeri untuk mempercepat pelepasan pemain diaspora.
“Jadwalnya sedang dibangun agar negosiasi dengan tim-tim luar, seperti Paes waktu itu di Dallas, dan Jay Idzes serta pemain-pemain luar negeri lah, makanya dia yang main di luar negeri," ungkapnya dilansir dari Youtube Mansion Sports FC.
“Jadi kita mau datang langsung dan negosiasi dengan tim-tim biar cepat lepas (pemainnya), karena jaga kondisi itu paling penting di timnas," terang Jeje menerjemahkan pernyataan STY.
“Apalagi kita away jauh sekali sampai ke Australia, itu yang dipikirkan, tapi ya tiba-tiba dapat kabar seperti itu,”
Selain itu, ia juga memiliki ambisi besar untuk membawa Indonesia mencapai level tertinggi, seperti yang pernah ia rasakan bersama Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018.




