Seorang pria di Surabaya ditangkap karena menganiaya karyawan barbershop di Jalan Lidah Kulon, Lakarsantri, Kota Surabaya. Motifnya karena emosi dan tidak terima ditatap.
Saat diinterogasi oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, pelaku mengenakan baju tahanan berwarna oranye dengan tangan diborgol.
"Salahnya apa orang di barbershop itu?" tanya Luthfie kepada pelaku, seperti dalam video yang diunggah di Instagram pribadinya.
"Lihat-lihat saja, Pak," jawab pelaku.
Insiden ini bermula saat pelaku berangkat bekerja berjualan tisu. Saat di jalan, ia disalip oleh dua orang, laki-laki dan perempuan, yang berboncengan.
Pelaku yang tidak terima kemudian mengejar pengendara tersebut dan memberhentikannya.
"Lah kamu jualan tisu, makanya kesabaranmu setipis tisu. Kamu rebutan jalan sama orang itu," ucap Luthfie.
"Iya, dia menyalip duluan, terus saya salip. Kepancing emosi, Pak," kata pelaku.
Saat diberhentikan, pengendara motor itu langsung menarik perempuan yang dibonceng, kemudian lari ke sekitar barbershop lokasi kejadian. Pelaku sempat mengejar, namun kehilangan jejak.
"Mau kamu pukuli itu atau bagaimana?" tanya Luthfie.
"Mau bilang saja, maksudnya, Pak," jawab pelaku.
Setelah berusaha mengejar, pelaku kembali ke motornya. Kemudian, korban yang merupakan karyawan barbershop keluar.
Pelaku kembali emosi kepada karyawan barbershop tersebut karena merasa ditatap. Ia kemudian memukuli karyawan barbershop bernama Isbat.
"Saya lihat dia menatap saya. Saya bilang, 'Apa? Jangan ikut-ikut, Mas. Ini urusan saya'," kata pelaku.
Atas peristiwa itu, polisi kemudian menyelidiki dan menangkap pelaku saat ia tengah melakukan siaran langsung di TikTok pada Rabu (15/4).
"Ditangkap saat saya live, Pak. Live TikTok," ujar pelaku.
Dari keterangannya, barang bukti berupa jaket hingga cincin miliknya dibuang usai melakukan penganiayaan.
"(Saya buang jaket dan cincin di wilayah) Kayoon, pas kejadian itu, Pak. Soalnya saya ketakutan," ucapnya.




