Rupiah Sentuh Rp17.300, BI Tingkatkan Intensitas Intervensi dan Perkuat Instrumen Moneter

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

BI menyatakan terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang mengalami tekanan hebat akibat meningkatnya ketidakpastian global.

Rupiah Sentuh Rp17.300, BI Tingkatkan Intensitas Intervensi dan Perkuat Instrumen Moneter. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) menyatakan terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang mengalami tekanan hebat akibat meningkatnya ketidakpastian global. Langkah ini diambil seiring dengan pergerakan mata uang Garuda yang pagi ini sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar AS.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menjelaskan bahwa tekanan yang terjadi pada rupiah tidak terlepas dari sentimen global yang juga menghantam mata uang di kawasan regional. 

Baca Juga:
BI Perkuat Intervensi Pasar seiring Rupiah Sentuh Level Terendah di Rp17.315 per USD

Meski mengalami tekanan, BI menilai pelemahan rupiah secara tahun berjalan masih berada dalam rentang yang sejalan dengan mata uang kawasan lainnya.

"Tekanan terhadap rupiah hari ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional. Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54 persen," ujar Destry melalui keterangan resmi Departemen Komunikasi BI, Kamis (23/4/2026).

Baca Juga:
BI Perkuat Intervensi Pasar Valuta Asing Atasi Pelemahan Rupiah

Menghadapi volatilitas yang tinggi, Bank Indonesia menegaskan telah meningkatkan intensitas intervensi. Strategi stabilisasi dilakukan melalui pendekatan triple intervention, baik di pasar domestik maupun luar negeri (offshore).

Selain melakukan intervensi di pasar spot, BI juga aktif di pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), pasar NDF global, hingga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menjaga daya tarik aset domestik.

Baca Juga:
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.181 per dolar AS, Utang Jatuh Tempo RI Jadi Sorotan

"Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah," kata Destry.

Bank Indonesia memastikan memiliki amunisi yang cukup untuk melakukan stabilisasi. Tercatat, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 masih berada pada level yang kuat, yakni sebesar USD148,2 miliar.

Destry kembali memberikan sinyal kepada pelaku pasar bahwa otoritas moneter akan senantiasa hadir dan mengambil tindakan terukur sesuai dinamika pasar yang berkembang.

"Bank Indonesia senantiasa hadir di pasar dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," pungkasnya.

Berdasarkan data pasar pagi ini, pergerakan rupiah terpantau terus melemah dan sempat menyentuh angka psikologis baru di level Rp17.300 per Dolar AS.

(Febrina Ratna Iskana) 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menelusuri Jejak Bakso Legendaris Sejak 1972
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Bansos Kemensos Triwulan II 2026 Cair via Bank Himbara & Pos: Cek Penerima & Nominal
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
65 personel padamkan kebakaran empat kios di Pulogebang Jaktim
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Rugi Bersih Waskita Karya (WSKT) Menyusut jadi Rp679,04 Miliar Kuartal I/2026
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
Pemerintah Jaga Harga Beras Tetap Stabil Lewat SPHP dan HET
• 5 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.