Pemerintah Tegaskan Harga Beras Tak Naik, Pedagang Dilarang Lewati HET

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman didampingi Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dan juga dihadiri sejumlah pengamat pertanian meninjau stok beras di gudang Bulog Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026). (Sumber: ANTARA/Harianto)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah memastikan harga beras di pasar tetap terkendali meski muncul isu kenaikan biaya logistik dan kemasan plastik. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk menaikkan harga.

Ia menekankan bahwa pemerintah telah menetapkan batas harga melalui kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang wajib dipatuhi seluruh pedagang.

"Ada HET (harga eceran tertinggi). Jadi ada harga eceran tertinggi. Kami minta seluruh teman-teman pedagang jangan menaikkan harga di atas HET," kata Amran saat meninjau stok beras di gudang Bulog Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026) dikutip Antara.

Amran memastikan harga beras, khususnya program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), tetap dijaga agar tidak mengalami kenaikan. Kebijakan ini menjadi instrumen utama pemerintah untuk menahan gejolak harga di tingkat konsumen.

Baca Juga: Link dan Cara Cek Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih 2026

Menurutnya, penentuan harga tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan data inflasi dan kondisi pasar. Bahkan dalam dua tahun terakhir, beras bukan lagi penyumbang utama inflasi nasional.

"Kita jangan pakai rasa, kita pakai rasio penyumbang inflasi. Dulu ini (beras) dua tahun terakhir bukan beras penyumbang inflasi utama. Dulunya selalu nomor satu, nomor dua, nomor tiga. Sekarang ini bukan penyumbang inflasi utama jadi kita pakai data. Nah SPHP kita tidak naikkan tetap harganya seperti sekarang," kata Amran.

Selain SPHP, pemerintah juga menjaga harga beras medium dan premium melalui kebijakan HET agar tetap terjangkau.

Stok Melimpah, Spekulasi Harga Diwaspadai

Dari sisi pasokan, pemerintah berada dalam posisi kuat. Cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog tercatat mencapai 5.198.000 ton per 23 April 2026—angka tertinggi sepanjang sejarah untuk periode April.

Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Desy-Afrianti

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • mentan
  • mentan andi amran
  • harga beras
  • stok bulog
  • beras indonesia
  • harga pangan
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
UTBK 2026 Diwarnai Kecurangan, Ketua DPR Dorong Evaluasi Sistem Pengawasan
• 1 jam laludetik.com
thumb
BTN Putuskan Tak Bagi Dividen, Laba Rp3,5 Triliun untuk Dukung Ekspansi Kredit
• 15 menit laluidxchannel.com
thumb
BSN Dorong Ekosistem Keuangan Syariah
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Kejagung Temukan Shadow Company Milik Zarof Ricar
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Komisi I ingatkan penguatan kedaulatan di tengah dinamika geopolitik
• 19 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.