JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah memastikan harga beras di pasar tetap terkendali meski muncul isu kenaikan biaya logistik dan kemasan plastik. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk menaikkan harga.
Ia menekankan bahwa pemerintah telah menetapkan batas harga melalui kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang wajib dipatuhi seluruh pedagang.
"Ada HET (harga eceran tertinggi). Jadi ada harga eceran tertinggi. Kami minta seluruh teman-teman pedagang jangan menaikkan harga di atas HET," kata Amran saat meninjau stok beras di gudang Bulog Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026) dikutip Antara.
Amran memastikan harga beras, khususnya program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), tetap dijaga agar tidak mengalami kenaikan. Kebijakan ini menjadi instrumen utama pemerintah untuk menahan gejolak harga di tingkat konsumen.
Baca Juga: Link dan Cara Cek Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Menurutnya, penentuan harga tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan data inflasi dan kondisi pasar. Bahkan dalam dua tahun terakhir, beras bukan lagi penyumbang utama inflasi nasional.
"Kita jangan pakai rasa, kita pakai rasio penyumbang inflasi. Dulu ini (beras) dua tahun terakhir bukan beras penyumbang inflasi utama. Dulunya selalu nomor satu, nomor dua, nomor tiga. Sekarang ini bukan penyumbang inflasi utama jadi kita pakai data. Nah SPHP kita tidak naikkan tetap harganya seperti sekarang," kata Amran.
Selain SPHP, pemerintah juga menjaga harga beras medium dan premium melalui kebijakan HET agar tetap terjangkau.
Stok Melimpah, Spekulasi Harga Diwaspadai
Dari sisi pasokan, pemerintah berada dalam posisi kuat. Cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog tercatat mencapai 5.198.000 ton per 23 April 2026—angka tertinggi sepanjang sejarah untuk periode April.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- mentan
- mentan andi amran
- harga beras
- stok bulog
- beras indonesia
- harga pangan





