TABLOIDBINTANG.COM - RM, leader grup K-pop BTS, akan memamerkan koleksi seni pribadinya di San Francisco Museum of Modern Art (SFMOMA), Amerika Serikat, pada Oktober mendatang. Pameran ini menjadi langkah penting dalam mempertemukan seni modern Korea dengan panggung seni global.
Bertajuk RM x SFMOMA, pameran tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 3 Oktober hingga 7 Februari, menghadirkan sekitar 200 karya seni. Koleksi ini merupakan gabungan dari koleksi pribadi RM dan koleksi milik museum, dengan sejumlah karya yang belum pernah dipamerkan di Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya di situs resmi SFMOMA, RM yang kini berusia 31 tahun mengatakan bahwa pameran ini mencerminkan berbagai batasan yang ada di dunia saat ini. “Kita hidup di era yang ditentukan oleh batas-batas. Pameran ini mencerminkan batas antara Timur dan Barat, Korea dan Amerika, modern dan kontemporer, serta personal dan universal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan tidak ingin membatasi cara publik dalam menikmati karya-karya tersebut. “Saya tidak ingin mengarahkan bagaimana karya ini harus dilihat. Baik karena rasa ingin tahu atau untuk studi, semua perspektif diterima. Harapan saya, pameran ini bisa menjadi jembatan kecil namun kuat bagi banyak orang,” tambahnya.
Pameran ini dikurasi bersama oleh RM—yang memiliki nama asli Kim Nam-joon—dengan manajer proyek kuratorial SFMOMA, America Castillo, serta asisten kurator Kim Hyo-eun.
RM dikenal sebagai penggemar berat seniman Korea Selatan Yun Hyong-keun, dan disebut memberikan perhatian khusus terhadap penataan karya sang seniman dalam pameran ini.
Selain Yun, sejumlah seniman Korea lainnya yang karyanya turut ditampilkan dalam koleksi RM antara lain Park Rehyun, Kwon Ok-yon, Kim Yun-shin, To Sang-bong, dan Chang Ucchin.
SFMOMA juga menyebut pameran ini akan menyoroti keselarasan tema antara karya-karya tersebut dengan koleksi museum lainnya, termasuk karya seniman Korea Kim Whan-ki, serta seniman Barat ternama seperti Mark Rothko, Agnes Martin, Henri Matisse, Georgia O’Keeffe, dan Paul Klee.
RM sebelumnya mengungkapkan melalui media sosial pada Oktober 2025 bahwa ia menerima tawaran dari museum tersebut pada akhir 2024. Ia mengaku sangat antusias hingga menghabiskan waktu untuk memikirkan berbagai konsep pameran. “Sejak mulai mengunjungi museum pada 2018, saya belajar dan mengoleksi karya secara bertahap. Rasanya rendah hati sekaligus bermakna bisa menyiapkan pameran ini. Saya akan berusaha menghadirkan pengalaman yang menyenangkan, segar, dan layak untuk dinikmati,” tulisnya.
Di sisi lain, SFMOMA juga akan menandatangani nota kesepahaman dengan National Museum of Modern and Contemporary Art, Korea untuk memperkuat kerja sama dalam bidang pameran, koleksi, riset, dan program edukasi, sekaligus memperluas kolaborasi internasional.




