Alat-alat Berat Bekerja, Membongkar Lapak di Kawasan Dekat SMKN 4 Makassar

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar menunjukkan konsistensinya dalam menata ruang kota, khususnya terhadap bangunan yang berdiri di atas fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos), termasuk trotoar dan saluran drainase yang selama ini kerap disalahgunakan.

Hal itu kembali terlihat saat penataan kawasan di Kecamatan Bontoala. Langkah tegas tersebut benar-benar diwujudkan.

Puluhan lapak PKL yang telah berdiri selama kurang lebih 30 tahun di sekitar SMK Negeri 4 Makassar, Jalan Tinumbu, yang dikenal dengan deretan lapak bercat kuning, akhirnya ditertibkan.

Diawali dengan pembongkaran mandiri oleh para pedagang, sebelum kemudian dirapikan oleh tim gabungan Pemerintah Kota Makassar bersama Satpol PP Provinsi, Kamis (23/4/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Pemerintah Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, memimpin langsung proses penertiban dan pembersihan bekas lapak.

Ia menjelaskan bahwa langkah yang ditempuh pemerintah kota tidak dilakukan secara tiba-tiba, melainkan melalui tahapan yang terukur dan berulang.

“Proses ini sudah melalui tahapan panjang, mulai dari edukasi, sosialisasi secara humanis, hingga pemberian teguran lisan dan tertulis sebanyak tiga kali,” ujarnya.

“Bahkan, pendekatan intensif sudah dilakukan pemerintah Kecamatan dan Kelurahan selama kurang lebih beberapa bulan terakhir,” sambung kepada Dinas DPPKB Makassar tersebut.

Penertiban 60 lapak pedagang kaki lima (PKL) di Kota Makassar hari ini kembali menegaskan satu hal penting, aturan berlaku untuk semua, tanpa pengecualian.

Menariknya, penertiban ini berjalan tanpa gejolak. Tidak ada penolakan berarti, tidak ada gesekan di lapangan.

Semua pelaku usaha PKL menunjukkan sikap kooperatif, mencerminkan adanya kesadaran bersama bahwa ruang publik harus dikembalikan pada fungsi semestinya.

Kini, trotoar kembali untuk pejalan kaki, drainase kembali berfungsi optimal, dan wajah kota perlahan ditata menjadi lebih rapi, bersih, dan estetis.

Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas keraguan sebagian publik selama ini. Anggapan bahwa lapak bercat kuning “kebal penertiban” kini terpatahkan.

“Alhamdulillah, masyarakat sudah memahami. Setelah diberikan pemahaman dan dilakukan pendekatan, mereka berinisiatif membongkar sendiri,” kata mantan Kadosnaker Makassar itu.

Menurut Irwan Bangsawan, kawasan yang ditertibkan tersebut menjadi perhatian khusus karena berada di wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan SMK Negeri 4 Makassar, yang merupakan aset Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Selain ini, penataan kawasan ini juga menjadi atensi langsung dari Wali Kota Makassar bapak Munafri Arifuddin dan Gubernur Sulawesi Selatan bapak Andi Sudirman Sulaiman,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, penertiban dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur lintas sektor, termasuk Satpol PP Kota Makassar, Satpol PP Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), BPBD, serta Kesbangpol.

Tak hanya itu, enam kecamatan turut dilibatkan, yakni Bontoala, Mamajang, Tamalate, Makassar, Ujung Tanah, dan Wajo. Sebanyak 30 truk diturunkan untuk mengangkut sisa pembongkaran.

“Ini juga, terlihat drainase yang sebelumnya tertutup juga langsung dibersihkan agar kembali berfungsi optimal,” ungkap Andi Irwan.

Sementara itu, Camat Bontoala, Pataullah, menegaskan bahwa proses yang dilakukan saat ini lebih pada pembersihan lanjutan.

“Hari ini sebenarnya bukan lagi penertiban. Ini hanya proses lanjutan, yakni menyisir dan mengangkut sisa-sisa bongkaran yang sudah dibongkar sendiri oleh pemilik lapak. Kami hanya membantu merapikan yang masih tersisa,” katanya.

“Betul, mereka membongkar sendiri sejak pekan kemarin. Ini yang luar biasa, kami sangat salut dan bangga karena kesadaran masyarakat sudah terbentuk untuk mendukung penataan kota,” tambahnya.

“Sosialisasi sudah dilakukan dengan sangat maksimal. Kalau tidak tersosialisasi dengan baik, saya yakin mereka tidak akan melakukan pembongkaran sendiri seperti ini,” jelasnya.

“Yang jelas, masih ada beberapa titik lain yang akan kita sasar. Ini bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan kota yang lebih tertib dan nyaman,” jelasnya. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kembali Longsor, Perjalanan Kereta Cianjur-Sukabumi Dibatalkan Semua
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
5 Zodiak yang Sering Plin-Plan, Sulit Ambil Keputusan
• 1 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Indodana Finance Himbau Pengguna Hapus Akun Jika Tidak Digunakan, Ini Caranya!
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Pantas Amran Bilang RI Aman Saat El Nino, Stok Beras Cukup 15 Bulan
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ilmu Mahal dari Ustaz Maulana: Ternyata Ini Makna Salam dalam Salat hingga Rahasia Puasa Sunnah dalam Islam
• 48 menit lalugrid.id
Berhasil disimpan.