Grid.ID - Ustaz Maulana membagikan ilmu baru saat hadir di program podcast bersama Ivan Gunawan dan Papham. Dalam perbincangan santai itu, ia mengulas makna salat hingga berbagai jenis puasa sunnah.
Pembahasan pertama yang menarik perhatian adalah soal makna salam dalam salat. Menurutnya, banyak orang yang belum memahami arti sebenarnya dari gerakan tersebut.
“Salam kanan ke kiri itu sebenarnya bukan salam untuk disapa, dijawab,” ujar Ustaz Maulana dikutip Grid.ID melalui C8 Podcast, Sabtu (18/4/2026).
Ia menuturkan, salam ke kanan merupakan tanda pembuka untuk ibadah selanjutnya. Sementara salam ke kiri menjadi penutup dari salat yang sedang dikerjakan.
“Yang di kanan pembuka (untuk salat berikutnya), yang di kiri penutup (salat saat ini),” jelasnya.
Bahkan, ia mengaitkan makna tersebut dengan harapan hidup seorang hamba. Seolah-olah ada pesan agar manusia terus melanjutkan ibadah berikutnya.
“Jadi kata Allah, ‘Malaikat, jangan cabut nyawa hambaku karena dia ada rencana salat berikutnya,’” ungkapnya.
Selain salat, ia juga membahas berbagai macam puasa sunnah. Salah satunya adalah puasa Ayyamul Bidh yang dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15.
“Puasa Nabi Adam, tiap tanggal 13, 14, 15 saat bulan purnama,” jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa puasa tersebut dapat melancarkan rezeki. Bahkan disebut sebagai salah satu amalan yang dijamin keberkahannya.
Tak hanya itu, ada juga puasa Senin dan Kamis yang rutin dilakukan setiap pekan. Puasa ini memiliki keutamaan tersendiri dalam Islam.
“Hari Senin itu hari lahir Nabi Muhammad SAW. Hari Kamis itu waktu diangkatnya amal manusia,” ujarnya.
Menurutnya, berpuasa di hari tersebut dapat memperbaiki catatan amal. Hal ini menjadi motivasi bagi umat Muslim untuk lebih rutin beribadah.
Ia juga menyinggung puasa Daud yang dilakukan selang-seling. Puasa ini dinilai sebagai puasa terbaik karena melatih keseimbangan hidup.
“Puasa Daud itu terbaik karena antara sabar dan syukur,” tutupnya. (*)
Artikel Asli




