Prewedding El Rumi dan Syifa Hadju Jadi Sorotan, Sentuhan Jawa-nya Ternyata Melibatkan Keraton Surakarta Langsung!

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Prewedding El Rumi dan Syifa Hadju di kawasan Keraton Surakarta mencuri perhatian publik. Konsepnya yang mengusung budaya Jawa dinilai unik dan menginspirasi generasi muda.

Keterlibatan Ahmad Dhani disebut menjadi salah satu faktor utama di balik konsep tersebut. Ia dikenal memiliki kedekatan dengan Keraton dan kecintaan terhadap tradisi Jawa.

“Iya jadi, kebetulan Mas Dhani ini adalah salah satu kerabat Keraton,” ujar KRAy Febri Dipokusumo dikutip Grid.ID melalui Youtube Reyben Entertainment, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, pernikahan El dan Syifa tidak sepenuhnya menggunakan adat Jawa. Namunn, unsur budaya jawa tetap ingin dihadirkan oleh ayah dari El Rumi.

“Mas Dhani tidak ingin terlewatkan tradisi Jawa, akhirnya diputuskan prewed ini ada sentuhan Jawanya,” jelasnya.

Pemilihan lokasi pun tidak dilakukan sembarangan karena berada di kawasan sakral. Beberapa titik yang digunakan adalah Ndalem Loji Sasonomulyo dan area sekitar yang telah diizinkan.

“Kalau di dalam tentu saja nggak boleh, karena ada tempat-tempat sakral,” ungkapnya.

Busana yang dikenakan El dan Syifa turut menjadi sorotan publik. Keduanya tampil dengan perpaduan kebaya dan beskap yang dimodifikasi agar terlihat modern dan ringan.

“Busananya sangat inspiratif dan diminati anak muda,” ujarnya.

Suasana pemotretan juga dibuat natural dengan melibatkan masyarakat sekitar. Kehadiran abdi dalem hingga tukang becak menambah kesan autentik dalam sesi foto tersebut.

“Kita ajak tukang becak dan abdi dalem untuk terlibat,” katanya.

 

Tak hanya sekadar foto, prewedding ini juga mengandung makna filosofis yang dalam. Lokasi Sasonomulyo disebut sebagai simbol kemuliaan dalam perjalanan hidup manusia.

“Ini bukan sekadar dokumentasi, tapi ada makna filosofi yang dalam,” jelasnya.

Sikap El dan Syifa selama proses pemotretan juga mendapat pujian. Keduanya dinilai kooperatif dan tidak banyak mengeluh selama sesi berlangsung.

“Mereka tidak rewel dan cukup kooperatif,” ungkapnya.

Prewedding ini pun disebut sebagai bentuk akulturasi budaya yang harmonis. Perpaduan antara tradisi dan modernitas dinilai menjadi inspirasi bagi pasangan muda Indonesia.

“Ini bisa jadi inspirasi bagi pasangan muda,” tutupnya. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dapur MBG Amandraya Pastikan Ramah Lingkungan, Tahap Pengerjaan IPAL Masuk Finishing
• 5 jam lalurealita.co
thumb
Goa Gong Pacitan Dibanderol 20 Miliar Rupiah
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Korban Pelecehan Terduga SAM Trauma Berat Sampai Histeris Lihat Ustaz, Ada yang Berpikir Buat Murtad!
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
MUI: Perkuat pengelolaan sumber daya mineral demi kemaslahatan umat
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Tangis Bahagia Jemaah Haji Kloter 3 di Asrama Haji Pondok Gede Jelang Terbang ke Tanah Suci | JMP
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.