JAKARTA, KOMPAS.TV- Sejumlah wilayah di DKI Jakarta masuk dalam kategori zona rawan gerakan tanah atau longsor, terutama saat curah hujan meningkat di atas normal. Informasi ini disampaikan melalui akun resmi Instagram BPBD DKI Jakarta, @bpbddkijakarta, yang mengacu pada analisis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
BPBD menjelaskan, peta potensi gerakan tanah disusun melalui metode tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dan peta prakiraan curah hujan bulanan dari BMKG.
Berdasarkan data tersebut, sejumlah kecamatan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur masuk dalam kategori zona menengah, yakni wilayah dengan potensi terjadinya gerakan tanah.
Baca Juga: Hujan Deras Semalaman, Inilah Detik-Detik Tanah Longsor di Semarang | BERUT
Jakarta Selatan:
Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.
Jakarta Timur:
Kramatjati dan Pasar Rebo.
Zona menengah merupakan wilayah dengan potensi sedang terjadinya gerakan tanah. Pada kategori ini, longsor dapat terjadi ketika curah hujan berada di atas normal, terutama di area yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau lereng yang mengalami gangguan.
Sementara itu, zona tinggi adalah wilayah dengan potensi besar terjadinya gerakan tanah. Pada zona ini, longsor dapat terjadi saat curah hujan tinggi, bahkan pergerakan tanah lama berpotensi kembali aktif.
Upaya Mencegah Tanah Longsor
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko longsor antara lain menghindari pembangunan di area rawan seperti tebing, lereng, dan bantaran sungai. Selain itu, masyarakat disarankan membangun struktur penahan tanah, membuat saluran air yang baik, melakukan pemadatan tanah, serta memperkuat fondasi bangunan.
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- Daftar Zona Rawan Longsor di Jaksel dan Jaktim April 2026
- Zona rawan longsor
- Rawan longsor jaksel
- Rawan longsor jaktim





