4 Tes Kesehatan yang Perlu Dilakukan Sebelum Menikah

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Menjelang pernikahan, banyak pasangan fokus pada hal-hal yang terlihat, seperti venue, gaun, hingga daftar tamu. Padahal, ada satu hal penting yang sering terlewat, yaitu kesiapan kesehatan. Medical check up sebelum menikah bukan sekadar formalitas, tapi langkah awal untuk memastikan masa depan yang lebih sehat bersama pasangan.

Menurut World Health Organization, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah merupakan langkah pencegahan penting untuk mengurangi risiko penyakit menular seksual serta komplikasi kehamilan di masa depan. Lewat deteksi dini, pasangan juga bisa lebih siap dalam merencanakan keluarga secara matang dan bertanggung jawab.

Dengan kata lain, tes kesehatan ini bukan soal mencari kekurangan satu sama lain, tapi bentuk keterbukaan dan kepedulian terhadap hubungan jangka panjang. Nah, supaya lebih jelas, berikut beberapa tes kesehatan yang disarankan dilakukan sebelum menikah. Simak selengkapnya, Ladies!

Skrining Penyakit Menular

Tes ini mencakup pemeriksaan penyakit seperti hepatitis B, hepatitis C, HIV, dan sifilis. Pemeriksaan ini penting karena beberapa penyakit bisa tidak menunjukkan gejala di tahap awal, tetapi tetap berisiko menular ke pasangan.

Dengan melakukan skrining sejak awal, pasangan bisa mengetahui kondisi kesehatan masing-masing dan mengambil langkah pencegahan atau pengobatan yang diperlukan. Ini juga menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan calon anak di masa depan.

Skrining Penyakit Genetik

Jika ada riwayat penyakit tertentu dalam keluarga, skrining genetik sangat disarankan sebelum menikah. Salah satu yang paling umum adalah pemeriksaan thalasemia, yaitu kelainan darah bawaan yang bisa diturunkan ke anak.

Melalui tes ini, pasangan bisa memahami potensi risiko genetik yang mungkin terjadi. Informasi ini membantu dalam pengambilan keputusan terkait perencanaan kehamilan, termasuk langkah medis yang mungkin perlu dipersiapkan.

Tes Golongan Darah dan Rhesus

Tes ini mungkin terdengar sederhana, tapi punya peran penting dalam kehamilan. Perbedaan rhesus antara pasangan, khususnya jika ibu rhesus negatif dan ayah rhesus positif, dapat menimbulkan komplikasi pada kehamilan berikutnya.

Meski tidak selalu berbahaya, kondisi ini tetap perlu dipantau sejak awal. Dengan mengetahui sejak sebelum menikah, dokter bisa memberikan penanganan yang tepat untuk meminimalkan risiko saat kehamilan nanti.

Pemeriksaan Kanker Serviks

Pemeriksaan kanker serviks seperti pap smear atau tes HPV sangat disarankan, terutama bagi perempuan. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi perubahan sel abnormal sejak dini yang berpotensi berkembang menjadi kanker serviks.

Deteksi dini memberikan peluang lebih besar untuk penanganan yang efektif. Selain itu, pemeriksaan ini juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan reproduksi secara menyeluruh sebelum memasuki fase pernikahan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Link dan Cara Cek Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Anne Hathaway Viral Usai Ucapkan “InsyaAllah” dalam Wawancara Terbaru
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara Kasus Jual Narkoba di Rutan
• 5 jam laludetik.com
thumb
Pengakuan Jujur Pelatih Persija Mauricio Souza usai Ditahan Imbang PSIM 1-1
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Phishing Tools Dijual Sejoli di NTT Bisa Tembus Sistem Keamanan Berlapis
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.