Ekonom Nilai Tekanan ke Kelas Menengah dan Kenaikan Sewa Picu Pasar Santa Meredup

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Meredupnya Pasar Santa di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tidak hanya dibaca sebagai penurunan jumlah pengunjung, tetapi juga sebagai cerminan perubahan struktur ekonomi perkotaan dan pergeseran ruang kreatif di Jakarta Selatan.

Pasar Santa yang sempat menjadi ikon ruang kreatif anak muda pada pertengahan 2010-an itu kini menghadapi fase yang berbeda.

Keramaian yang dulu identik dengan komunitas kopi, musik, dan kreator independen perlahan tergantikan oleh suasana yang lebih tenang dan sporadis.

Baca juga: Sempat Padam, PLN Pastikan Listrik di Jakarta Kembali Normal

Di tengah perubahan itu, peneliti ekonomi GREAT Institute, Adrian Nalendra Perwira, melihat bahwa Pasar Santa tidak sekadar kehilangan pengunjung, tetapi kehilangan posisi uniknya dalam peta ruang urban Jakarta.

Ia menilai masa kejayaan Pasar Santa terjadi ketika ruang tersebut mampu menjadi pembeda dari pusat konsumsi lain di Jakarta Selatan. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama ketika dinamika ekonomi dan sosial berubah cepat.

Ia menekankan bahwa Pasar Santa awalnya tumbuh sebagai ruang alternatif yang menawarkan pengalaman berbeda dari mal atau kafe konvensional.

“Pasar Santa mencapai puncaknya sekitar 2014 ketika komunitas kopi, vinyl, buku, dan pelaku usaha kreatif masuk dan mengubah ruang pasar menjadi tempat nongkrong sekaligus ruang komunitas,” kata Adrian saat dihubungi Kompas.com, Rabu (22/4/2026).

Namun, menurut dia, keberhasilan tersebut justru menjadi awal dari tekanan baru yang kemudian muncul di ruang tersebut.

Ketika popularitas meningkat, harga sewa ikut terdorong naik. Kondisi ini membuat banyak tenant kecil yang sebelumnya menjadi bagian dari ekosistem kreatif mulai kesulitan bertahan.

Selain tekanan biaya, Adrian menyoroti bahwa Pasar Santa juga menghadapi persoalan yang lebih struktural, yakni perubahan daya beli masyarakat kelas menengah.

Ia menjelaskan bahwa kelompok kelas menengah memiliki peran besar dalam menopang ruang konsumsi seperti Pasar Santa.

“Data BPS menunjukkan bahwa kelas menengah dan menuju kelas menengah mencakup 66,35 persen penduduk dan menyumbang 81,49 persen konsumsi masyarakat,” ujar dia.

Namun, ia menambahkan bahwa tekanan terhadap kelompok ini juga semakin nyata dalam beberapa tahun terakhir.

“IMF mencatat pangsa kelas menengah di Indonesia menurun sejak 2019. Artinya, tekanan terhadap konsumsi riil itu memang terjadi,” kata Adrian.

Menurut Adrian, perubahan perilaku konsumsi masyarakat kini tidak lagi hanya soal membeli barang atau datang ke suatu tempat, tetapi soal efisiensi pengalaman.

Baca juga: 2 ART Terjun dari Lantai 4 Kos di Bendungan Hilir Jakpus, Satu Orang Tewas

Masyarakat, kata dia, kini cenderung memilih ruang yang menawarkan banyak fungsi dalam satu waktu kunjungan.

KOMPAS.com/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Lorong pasar Santa tampak lengang dengan deretan kios yang masih tertutup rapat oleh rolling door di tengah tumpukan barang dagangan yang belum tertata, Selasa (21/4/2026).
“Masyarakat masih belanja dan nongkrong, tetapi menjadi lebih selektif, lebih sensitif terhadap value for money,” tutur dia.

Ia menilai pergeseran ini membuat ruang seperti Pasar Santa semakin sulit bersaing dengan kawasan yang lebih terintegrasi.

Blok M, misalnya, disebut sebagai contoh kawasan yang mampu memanfaatkan konsolidasi ruang secara lebih efektif.

Adrian menjelaskan bahwa Blok M kini tidak lagi berdiri sebagai satu titik tunggal, melainkan sebuah ekosistem kawasan.

Di dalamnya terdapat berbagai simpul aktivitas mulai dari M Bloc Space, Blok M Hub, Blok M Plaza, hingga Taman Literasi yang semuanya saling terhubung secara spasial dan fungsional.

“Ini yang disebut ekonomi aglomerasi. Semakin banyak pelaku usaha berkumpul dalam satu kawasan, semakin besar efisiensi dan daya tariknya,” kata Adrian.

Menurut dia, kondisi ini menciptakan efek berantai yang memperkuat arus pengunjung dan memperpanjang durasi kunjungan.

Adrian juga menyoroti bahwa keberhasilan Blok M tidak hanya ditentukan oleh pelaku usaha, tetapi juga oleh integrasi kebijakan dan infrastruktur publik.

“Revitalisasi Blok M Hub, pengembangan Taman Literasi, hingga konektivitas transportasi membuat kawasan ini lebih mudah diakses,” ujar dia.

Ia menilai kombinasi antara sektor publik dan swasta menjadi faktor penting dalam membangun ruang kota yang berkelanjutan.

Dalam konteks ini, Pasar Santa dinilai tidak memiliki dukungan ekosistem yang setara.

Baca juga: Jakarta Akan Padamkan Listrik 1 Jam pada 25 April 2026, Peringati Hari Bumi

Menurut Adrian, salah satu masalah utama Pasar Santa adalah hilangnya diferensiasi ruang.

Ketika ruang kreatif lain mulai bermunculan dengan konsep yang lebih terkurasi dan terintegrasi, Pasar Santa kehilangan keunikan yang dulu membuatnya menonjol.

“Ketika sebuah ruang tidak lagi punya keunggulan diferensial, maka ia akan sulit mempertahankan posisi sebagai destinasi,” kata Adrian.

Ia menambahkan bahwa dalam konteks kota modern, daya saing ruang tidak hanya ditentukan oleh produk, tetapi juga pengalaman yang ditawarkan.

Adrian juga melihat adanya pergeseran struktur konsumsi anak muda yang semakin mempercepat perubahan tersebut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Generasi muda saat ini, menurut dia, tidak lagi mencari ruang yang hanya sekadar tempat berkumpul, tetapi menawarkan identitas dan pengalaman sosial yang jelas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sinopsis Drama China Main Character, Perjuangan Liu Hao Cun Jadi Bintang Panggung yang Menginspirasi
• 1 jam lalugrid.id
thumb
AI Tak Cukup Tanpa Data Real-Time! Ini Strategi Pemimpin Teknologi Indonesia Hadapi Era Streaming
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
80 Calon Haji Asal Nabire Diberangkatkan 10 Mei
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ammar Zoni Jalani Sidang Putusan, Kuasa Hukum Harap Vonis Ringan
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Transaksi Digital RI Tembus Rp51 Ribu Triliun, QRIS Melonjak 116% di Awal 2026
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.