FAJAR, MAKASSAR — PSM Makassar akhirnya menuntaskan misi penting mereka dengan kemenangan meyakinkan atas Persik Kediri dalam lanjutan pekan ke-29 Super League 2025/2026. Bermain di Stadion BJ Habibie, Parepare, Kamis (23/4/2026), Pasukan Ramang tampil solid dan menang dengan skor 3-1—hasil yang bukan hanya mengangkat posisi mereka di klasemen, tetapi juga menyeret Persis Solo dan Madura United semakin dekat ke zona merah.
Kemenangan ini terasa krusial bagi PSM yang sebelumnya berada dalam tekanan akibat performa inkonsisten. Namun di laga ini, mereka menunjukkan karakter berbeda: lebih disiplin, tajam, dan efektif dalam memanfaatkan peluang.
Gol pembuka lahir pada menit ke-37 melalui penalti yang dieksekusi kapten tim, Yuran Fernandes. Bek tangguh tersebut kembali membuktikan dirinya sebagai ancaman serius dalam situasi bola mati. Dengan ketenangan tinggi, ia mengarahkan bola ke sisi kanan gawang dan mengecoh kiper Persik, Leonardo Navacchio, yang bergerak ke arah berlawanan.
Keunggulan tersebut menjadi hasil dari tekanan konsisten PSM sejak awal pertandingan. Mereka mendominasi jalannya laga dengan serangan bertubi-tubi, memanfaatkan sisi sayap dan bola mati untuk menekan pertahanan Persik. Sejumlah peluang sempat tercipta melalui Daisuke Sakai, Alex Tank, hingga Victor Luiz, meski baru berbuah gol menjelang akhir babak pertama.
Memasuki babak kedua, PSM tidak mengendurkan tekanan. Justru mereka tampil semakin agresif. Hasilnya terlihat pada menit ke-60 ketika Sheriddin Boboev berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Gol tersebut menjadi jawaban nyata atas komitmennya sebelum pertandingan.
“Kita bekerja memaksimalkan. Saya pikir laga besok cukup penting, kita akan berusaha memberikan segalanya, tiga poin,” katanya.
Ucapan itu terbukti bukan sekadar janji. Boboev tampil penuh determinasi, aktif membuka ruang, dan menjadi motor serangan PSM. Ia juga sebelumnya menegaskan tanggung jawabnya terhadap tim.
“Saya tahu tugas saya membantu klub. InsyaAllah kita bisa keluar dari situasi sulit ini. Saya sudah punya pengalaman sebelumnya di situasi seperti ini,” ucapnya.
Lebih dari itu, Boboev menunjukkan mentalitas kuat dalam menghadapi tekanan. Baginya, situasi sulit justru menjadi pemicu untuk berkembang.
“Ini hanya membuat kita jauh lebih kuat secara emosi dan bagaimana lebih baik handle pressure, ambil tanggungjawab dari tugas-tugas kita,” sebutnya.
Namun pertandingan belum sepenuhnya aman. Pada menit ke-85, Persik Kediri mendapatkan peluang melalui titik penalti yang berhasil dimaksimalkan oleh Ernesto Gomes. Gol tersebut sempat membuka harapan bagi tim tamu untuk bangkit dan mengejar ketertinggalan.
Meski demikian, PSM mampu menjaga ketenangan. Mereka tidak panik dan tetap bermain disiplin hingga akhir laga. Bahkan di masa injury time, tepatnya menit 90+7, Luka Cumic memastikan kemenangan PSM dengan gol ketiga yang menutup pertandingan dengan skor 3-1.
Gol tersebut menjadi penegas dominasi PSM dalam laga ini. Meski secara statistik Persik sempat unggul dalam penguasaan bola, PSM tampil lebih efektif dengan jumlah tembakan ke gawang yang lebih banyak dan berbahaya.
Kunci kemenangan ini tidak lepas dari pendekatan mental yang ditekankan oleh tim pelatih. Asisten pelatih Ahmad Amiruddin sebelumnya sudah mengingatkan pentingnya mentalitas dalam situasi sulit seperti yang dialami PSM.
“Saya sudah ingatkan pemain bahwa di laga besok jadi pembeda adalah mentalitas kalian,” sebutnya.
Ia juga menegaskan bahwa kekuatan mental akan menentukan sejauh mana tim bisa bangkit.
“Di masa sulit seperti ini, mental menentukan seberapa jauh kita melangkah, seberapa bagus kita capai, itu tergantung mentalitas kita sebagai individu maupun sebagai satu tim.”
Pesan tersebut tercermin jelas dalam permainan PSM. Mereka tampil lebih fokus, disiplin, dan mampu menjaga konsistensi hingga akhir pertandingan. Dukungan suporter di Stadion BJ Habibie juga menjadi energi tambahan yang mendorong semangat para pemain.
“Laga sebelumnya, dukugan diberikan suporter luar biasa. Untuk laga besok akan tetap sama. Ayo (suporter) bantu kita, berada di samping kita, laga besok memenangkan pertandingan,” ucap Boboev sebelum laga.
Kini, hasil kemenangan ini membawa dampak besar bagi posisi klasemen. PSM tidak hanya berhasil menjauh dari zona berbahaya, tetapi juga secara tidak langsung menekan Persis Solo dan Madura United ke posisi yang semakin rawan degradasi.
Lebih dari sekadar tiga poin, kemenangan ini menjadi simbol kebangkitan PSM Makassar. Mereka menunjukkan bahwa dengan mentalitas yang tepat, tekanan bisa diubah menjadi kekuatan.
Dalam sepak bola, situasi bisa berubah dengan cepat. Namun satu hal yang pasti, seperti yang ditunjukkan PSM di laga ini—ketika kerja keras, disiplin, dan keyakinan menyatu, hasil positif bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah kepastian yang bisa diperjuangkan dan diraih.





