Kemendagri Dorong Transparansi Lewat Jaga Desa Awards 2026

tvrinews.com
21 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Alfin

TVRINews, Jakarta

Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, La Ode Ahmad P. Bolombo, menegaskan ABPEDNAS Jaga Desa Awards 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Kegiatan yang digelar di Fairmont Jakarta ini dihadiri sejumlah pejabat negara, antara lain Hashim Djojohadikusumo dan ST Burhanuddin, serta pimpinan lembaga dan menteri terkait.

La Ode menilai penghargaan tersebut tidak sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk mendorong desa meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

“ABPEDNAS Jaga Desa Awards 2026 menjadi dorongan nyata bagi desa-desa untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan integritas. Ini penting karena desa adalah fondasi pembangunan nasional,” ujar La Ode, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis, 23 April 2026.

Ia menambahkan desa sebagai ujung tombak pembangunan membutuhkan penguatan kapasitas aparatur, terutama dalam pengelolaan keuangan dan administrasi, guna mencegah persoalan hukum akibat kesalahan administratif.

La Ode juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum dalam pembinaan serta pendampingan terhadap pemerintahan desa.

“Pendampingan harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Dengan tata kelola yang baik, desa tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga mampu mendorong kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan sama, Hashim Djojohadikusumo mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini sebagai bentuk perhatian terhadap kemajuan desa. Ia menyoroti pentingnya pengawasan dalam pengelolaan dana desa agar tidak menimbulkan persoalan hukum.

Sementara itu, ST Burhanuddin berharap program Jaga Desa menjadi sarana pembinaan bagi aparatur desa sehingga tidak terjadi kriminalisasi atas kesalahan administratif yang tidak merugikan negara.

Pada ajang ini, penghargaan diberikan dalam tiga kategori utama, yaitu tertib pengelolaan keuangan desa, kepatuhan entri data aplikasi Jaga Desa, serta lomba film pendek.

Untuk kategori pengelolaan keuangan desa, Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, meraih juara pertama, disusul Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Bali, dan Desa Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Pada kategori kepatuhan entri data, Desa Jepangpakis, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjadi juara pertama, diikuti Desa Karangkamiri, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, serta Desa Aik Rayak, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung.

Adapun lomba film pendek dimenangkan karya “Jaga Cowong” dari Desa Karangmangu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sebagai Film Terbaik sekaligus Juara Umum.

La Ode berharap ajang ini dapat memotivasi desa di seluruh Indonesia untuk membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan berkelanjutan.

“Jika tata kelola desa kuat, maka pembangunan nasional akan memiliki fondasi yang kokoh,” pungkasnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Kecelakaan di Manahan Solo, Dua Mahasiswi Jadi Korban Meninggal Dunia
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Mengenal Gelung Nusantara, Merawat Identitas Budaya Perempuan Indonesia
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pemerintah Garap Perbaikan 15.000 Rumah Tak Layak Huni di Wilayah 3T
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Kendaraan Hybrid Kurang Insentif, Pabrikan Otomotif Jepang Tetap Garap Pasar RI
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Video: Kereta Api Adu Banteng - Pabrik BYD di Subang Segera Beroperasi
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.