JAKARTA, DISWAY.ID-- Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melontarkam kritik keras kepada Menteri HAM, Natalius Pigai, terutama menyangkut soal tragedi penembakan Puncak Jaya, Papua yang menelan korban 15 orang tewas dan 7 lainnya luka-luka.
Pernyataan ini disampaikan oleh Komisioner Komnas HAM, Saurlin P. Siagian. Ia menekankan bahwa posisi Pigai di kabinet saat ini seharusnya memberikannya privilege atau keistimewaan tersendiri untuk segera mengurai benang kusut konflik di Bumi Cenderawasih.
BACA JUGA:Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Puskepi: Bukti Keseriusan Pemerintah Wujudkan Swasembada Pangan
"Kita hormat dengan Pak Menteri, dan Pak Menteri saya kira bisa melakukan lebih. Dia punya banyak privilege ya, dia orang sana dan dia Menteri," ungkap Saurlin saat konferensi pers di Komnas HAM, Kamis 23 April 2026.
Mengingat, Natalius Pigai berasal dari Papua, Saurlin menantang kepada Menteri HAM tersebut untuk bergerak lebih gesit serta agresif di lapangan.
"Kita berharap beliau bisa melakukan hal yang jauh lebih cepat, pesat untuk mengobati peristiwa ini yang sedang terjadi. Bagi kita ini duka yang luar biasa," tutur Saurlin.
BACA JUGA:Nobel Run 2026 Hadirkan Gerakan Lari Inklusif, Dorong Dukungan untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Kondisi di lapangan pun dilaporkan makin kritis. Rentetan kontak senjata yang pecah sejak pertengahan April lalu, termasuk operasi besar-besaran yang terjadi pada 14 dan 15 April telah melumpuhkan aktivitas warga dan membuat sejumlah kampung dibakar.
Imbasnya, ratusan penduduk kini terpaksa mengungsi ke dalam hutan lebat dengan kondisi perbekalan seadanya.
"Kalau ini (konflik) tidak segera diakhiri, bantuan tidak bisa masuk. Petugas kemanusiaan masih kesulitan," tegas Saurlin.





